Malam Yang Meriah Di SNOTR Garut
"...Mulai terasa ada yang kurang kalau belum menyapu di sore hari". - Ipang Lazuardi
Garut membuktikan bahwa penduduknya bisa menghimpun energi yang begitu besar! Dilangsungkan di Lapangan Kerkoff pada Selasa (14/6), venue SNOTR sudah dipenuhi pengunjung sejak sore hari. Antusiasme masyarakat ini terlihat dari keterlibatan mereka saat melakukan aksi sosial bersama komunitas Coklat Kita. Mengajak semua talent, masyarakat umum, juga anak-anak muda yang tergabung dalam WARS (We are Skatepunkers), komunitas Coklat Kita mengawali SNOTR dengan aksi bersih-bersih di pinggir jalan raya sekitar Lapangan Kerkoff. Akibat rutinitas bersih-bersih yang selalu dilakukan terlebih dahulu, Ipang Lazuardi selaku salah satu talent yang terlibat di SNOTR sejak titik pertama mengaku mulai merasa ada yang kurang jika dirinya belum menyapu saat sore hari.

Setelah membersihkan jalan, para talent, WARS, dan teman-teman komunitas Coklat Kita membagikan takjil gratis berupa kolak bagi pengendara, pejalan kaki, juga pengunjung SNOTR yang berlalu-lalang di sekitar lapangan. Di samping aksi yang dilakukan anak-anak muda ini, pada sebuah tenda di sebelah main stage SNOTR, terlihat antrian panjang ibu-ibu dan bapak-bapak yang sedang menukarkan kupon dengan satu kantung plastik sembako. Ternyata, sebelumnya komunitas Coklat Kita Garut sudah membagikan 50 voucher gratis sembako bagi warga dengan domisili terdekat dari Lapangan Kerkoff. Aksi sosial ini diakhiri dengan penyerahan simbolis miniatur bangku taman oleh perwakilan DSO Djarum Garut kepada salah seorang perwakilan dari WARS. Penyerahan simbolis ini dilakukan karena nantinya pihak DSO Djarum akan memberikan fasilitas bangku taman di area Lapangan Kerkoff sebagai bentuk apresiasi atas aksi sosial yang telah dilakukan anak-anak muda Garut di lingkungan tersebut.
Orang Garut suka menu food truck SNOTR
Food truck mulai diserbu pengunjung saat bedug magrib tiba. Hotdog, siomay, cuanki, ice coffee, juga es krim, merupakan hidangan yang tak boleh dilewatkan untuk di beli di area Food Truck karena semua menu yang ada di SNOTR tentunya adalah menu pilihan. Gerimis sempat turun selama beberapa saat di venue, namun bukannya membuat kerumunan bubar, hujan kecil ini justru membuat mereka semakin rapat berkumpul di tenda atau area-area yang beratap.

Di SNOTR, para musisi bertukar merchandise
Para pengunjung mulai ramai keluar masuk dari booth clothing yang satu ke booth clothing yang lainnya. Beragam, promo, diskon, dan free items menggiurkan tak henti-hentinya ditawarkan oleh para clothing line di SNOTR ini hingga tengah malam. Tak hanya pengunjung, para talent dan pemilik clothing line itu sendiri pun senang saling menyambangi booth satu sama lain untuk berbelanja atau bertukar merchandise. Saat di Garut ini misalnya, Ipang bermain ke booth Anti-Class milik Gebeg dan Cowboy From Hell (CFH) milik Abah Andris. Mereka bertiga kemudian bertukar produk. Ipang memberi merchandise officialnya pada Gebeg dan Abah, namun juga mendapat kaos ‘Free Robot’ dari Anti-Class dan kemeja flannel dari CFH. Pertukaran official merchandise seperti ini merupakan momen menyenangkan yang juga menjadi kebanggan tersendiri bagi setiap musisi.
Abah Andris Nyinden 'Sorban Palid' cuma di SNOTR !
Pertunjukan malam hari dimulai dengan penampilan DJ E-One di stagenya sendiri. Setelah unjuk kebolehan scratching pada turn tablenya, DJ E-One memanggil Gebeg untuk memulai permainan solo drumnya. Seperti biasa, aksi Gebeg ini menyedot perhatian penonton karena ia senang menciptakan pukulan-pukulan sambil berinteraksi dengan penonton. Tak lama-lama bermain sendirian, Gebeg mengundang Abah Andris untuk duduk di hadapan drum setnya sendiri. Mengambil alih MC, Gebeg dan Abah melakukan tanya jawab berdua. Tanya jawab yang mengundang gelak tawa penonton ini dilanjutkan dengan ‘dialog’ melalui battle drum antara keduanya.
Stage semakin ramai didatangi penonton ketika akhirnya Gebeg, Abah, DJ E-One, Gaya, dan Jay Eye Feel Six melakukan kolaborasi bersama. Di tengah-tengah kolaborasi tersebut, Abah mengambil mic dan bernyanyi selayaknya sinden. Lagu tentang Gebeg yang diciptakannya secara spontan, ia sambungkan dengan lagu sunda berjudul 'Sorban Palid'. Warga Garut yang senang berjoget ria, menyambut gembira hiburan tersebut dengan bergoyang bersama-sama.
Di Garut para bintang tamu di uji keahliannya untuk membius penonton !
Suasana kian menghangat ketika Rosemary hadir di panggung. Maklum, sudah lama Rosemary tidak mengunjungi kota Garut, jadi para WARS sangat antusias menyambut aksi idolanya ini.
“Garut kota kelahiran InkMary. Dan hari ini Ink ingin bikin sejarah. Kita ingin kalian semua nyanyi di lagu ini, tapi sambil duduk, ya. Soalnya belum pernah ada yang nyanyi bareng di lagu ini sambil duduk,” ujar Ink sang vokalis Rosemary sebelum memulai lagu 'Punk Rock Show'.
" Sengaja panggung SNOTR dibuat tanpa barikade agar bisa lebih intim dan akrab... dan SNOTR bisa membuktikan bahwa penonton bisa berlaku tertib ".
Aksi Rosemary diakhiri lagu 'Brother Sister'. Ketika lagu dimulai, Indra Gatot meminta semua para penonton untuk berpegangan tangan dan berpelukan, Indra ingin menunjukan bahwa WARS adalah manusia-manusia yang cinta damai dan cinta kebersamaan, sesuai dengan lirik 'Brother Sister'. Penonton pun berpelukan sambil berputar-putar sampai lagu berakhir...
Tempe penyet a la artis SNOTR!
Sebelum makan sahur, para talent dibagi ke dalam tiga tim untuk battle memasak. Bahan-bahan yang disiapkan kali ini adalah tahu, tempe, ikan peda, beserta bumbu-bumbu untuk membuat sambal. Walaupun terlihat menjaga jarak dengan wajan, Abah Andris dan timnya berhasil menggoreng ikan peda, tempe, dan tahu tanpa menjadi gosong. Di tim yang berbeda, Gebeg dan DJ E-One menciptakan menu baru yang mereka sebut 'sambal tahu penyet'. Tahu yang dipotong dadu lalu dicampurkan dengan sambal ulek tersebut ternyata enak sekali rasanya, sampai-sampai semua orang ingin ikut mencicipinya. Pada tim ketiga, Ipang terlihat serius membuat sambal mengikuti intuisinya, dan Ink dengan telaten mengiris tahu tipis-tipis sampai semua ukurannya seragam. Setelah semua matang, tim ini menyajikan masakannya di piring dengan teratur dan tampak berseni.

Setelah masakan siap, berbondong-bondong para talent, kru, WARS, teman-teman Coklat kita, dan masyarakat umum yang masih berkumpul di venue mengambil santapan sahurnya masing-masing. Meskipun menunya sederhana, mereka semua tampak menikmati sajian juga suasana dari sahur bersama tersebut. SNOTR di titik ketiga ini berakhir dengan menyenangkan karena keramaian dan nuansa akrab dari semua orang yang berada di Lapangan Kerkoff saat itu berhasil diciptakan. ***
Comments (1)