Masuk di Masa KALA Tapa, Menyambut Fase KALA Nyawa
Arbja dan Damag ada di balik nama KALA, proyek musik black metal yang segera merilis album penuh perdananya.
Muncul di pertengahan tahun 2017, KALA merupakan proyek musik black metal yang digarap oleh Arbja (ex-Spider Last Moment) dan Damag (DeadSquad, Bisinggama, Berbahaya, Roman Catholic Skulls, Die Roboter). Mereka terpengaruh musik-musik dari Deathspell Omega, Sigh, Dissection, Absu, Immolation, dan Incantation. Dalam KALA tapa (sebutan untuk proses kreatif dan rekaman di studio), Arbja bertugas untuk mengeksekusi gitar, bass, dan drum programming, sementara Damag berada di lini vokal dengan “merampas” mantra-mantra dari buku Necronomicon dalam liriknya.
Di awal tahun 2018, KALA berencana merilis sebuah full-length album perdana bertajuk Chapter I: Hymns of Dissonant Soul. Dikutip dari informasi yang dijelaskan oleh Damag, album ini semacam musikalisasi mantra demonologi yang ditulis H.P. Lovecraft puluhan tahun silam. Dalam album ini, KALA menyertakan delapan buah lagu dalam bahasa “Broken Sumeria”, di mana dua lagu di antaranya ada dalam kaset yang dirilis KALA sebelumnya bersama Disaster Records.
BACA JUGA - Collector Confession: Box-Set / Vinyl Favorit Daniel Mardhany
Album ini akan dirilis dalam format CD, dengan Alaium Records dan Resting Hell sebagai label yang menaungi KALA. Morrg (Rajasinga) ditunjuk untuk menggarap artwork untuk Chapter I: Hymns of Dissonant Soul. Semua lagu direkam di Temple of Dissonant Frequency, dengan proses mixing and mastering oleh Arbja.
Beberapa hal yang menjadi menarik dari KALA adalah mereka menawarkan pengalaman berbeda setiap kali ada dalam fase KALA nyawa (sebutan untuk live performance dari KALA). Dalam panggungnya, mereka akan melibatkan dua orang additional players untuk mengisi lini bass dan drum, dan tokoh di balik dua instrumen ini bisa jadi berbeda di tiap panggung. Tetapi, mereka berikrar untuk tidak dulu ada dalam masa KALA nyawa, sebelum proses KALA tapa selesai dan dirilis.
Foto milik KALA
Comments (0)