Menjawab Pertanyaan Pasukan Mati, Inilah Klarifikasi dari Daniel Mardhany dan DeadSquad
Pernyataan seputar pemberhentian Daniel dari DeadSquad menyisakan pertanyaan dari para penggemarnya. Rumor yang beredar cukup liar, sehingga kami rasa artikel ini penting untuk dibaca demi melihat pandangan dari kedua belah pihak.
Kabar yang tersiar di akhir minggu lalu lewat akun Instagram DeadSquad dan Daniel Mardhany membuat geger banyak penggemar musik ekstrem, khususnya para Pasukan Mati. DeadSquad menyatakan bahwa Daniel sudah tidak tergabung dalam unit death metal asal Jakarta tersebut, dan dibenarkan oleh pernyataan Daniel lewat akun Instagram pribadinya beberapa saat kemudian. Rumor bahwa Daniel dipecat tersebar setelah Daniel merespon pertanyaan-pertanyaan di kolom komentar.
Kami kemudian menghubungi Daniel untuk mengkonfirmasi pernyataan pemecatannya dari DeadSquad dan alasan ia diberhentikan. Dinyatakan oleh Daniel bahwa ia diberhentikan secara sepihak dan Daniel sendiri merasa tidak paham mengapa ia diberhentikan. Daniel juga mengaku cukup terkejut mengetahui DeadSquad sudah lanjut ke tahap perekaman vokal. Atas alasan itu pula, Daniel meminta kami untuk mengkonfirmasi ke pihak DeadSquad terkait pertanyaan-pertanyaan yang tidak bisa ia jawab.
Kami menghubungi pihak DeadSquad yang diwakili oleh Jeff sebagai bagian dari manajemen DeadSquad. Mereka membenarkan bahwa Daniel sudah tidak bersama DeadSquad dan berterima kasih atas segala kontribusi Daniel yang sudah turut membesarkan DeadSquad sejak 2009. Ditanyai mengenai kabar pemberhentian sepihak, berikut adalah pernyataan resmi dari DeadSquad:
"Pada dasarnya, ini personal matters di internal DeadSquad. Karena satu dan lain hal, Stevi sebagai founder DeadSquad terpaksa mengambil keputusan ini.
Dalam pertemuan antara Stevi dan Daniel yang terjadi pada hari Sabtu malam tanggal 21 Agustus pukul 19.30, Daniel menyambut baik keputusan tersebut karena Stevi yang langsung menyampaikan kepadanya, dengan syarat pihak DeadSquad yang membuat announcement di media sosial terlebih dulu, dan kami menghormati dan memenuhi permintaan Daniel tersebut.
Pergantian personil dalam sebuah band biasanya selalu menyebabkan adanya pro dan kontra, dan itu adalah hal yang lumrah. Tugas dan tanggung jawab DeadSquad sebagai sebuah band dan musisi adalah tetap berkarya di musik, merampungkan album terbaru kami untuk PasukanMati dan para metalheads.
Terima kasih atas support kalian selama ini."
Hengkangnya Daniel menambah daftar panjang mantan personil dari unit yang mengawali perjalanan bermusiknya sebagai sebuah project band di tahun 2006. Ricky Siahaan, Prisa Rianzi, Babal, Bonny Sidharta, Coki Bollemeyer, Andyan Gorust, Arslan Musyfia dan beberapa additional player seperti Auliya Akbar, Anak Agung Gde dan Alvin Eka Putra adalah sosok-sosok selain Daniel yang pernah terlibat di perjalanan panjang DeadSquad yang kini sudah menjelma menjadi salah satu band cadas paling diperhitungkan di Indonesia. DeadSquad sudah cukup terlatih menghadapi dinamika pergantian personil sehingga tak butuh waktu lama untuk mereka bisa lanjut bergerak demi merampungkan album yang sedang mereka garap. Agustinus Widi dari Genocide jadi sosok yang dipilih DeadSquad untuk mengisi posisi depan yang ditinggalkan Daniel.
Untuk Daniel sendiri, ia juga kini tengah fokus untuk menggarap proyek-proyek pribadinya. Ia tengah disibukkan dengan aktivitas Bisinggama, yang mana akan merilis album penuh bersama Disaster Records dan akan berkolaborasi bersama Senyawa. Ia juga tengah menjalankan proses rekaman bersama Bloodriven yang sudah pada tahap perekaman vokal. Selain itu, Daniel berencana untuk kembali pada passion-nya dengan membuat band technical death metal.
Kami doakan yang terbaik untuk DeadSquad dan Daniel Mardhany. Semoga keputusan ini bisa menjadi jalan keluar terbaik bagi keduanya dan masing-masing dari mereka tidak akan berhenti untuk terus berkarya.
Comments (1)