"Menyambut Cinta" dari Elmand, Memori Mabuk Kepayang Rasa 80-an
Sumber foto : Diambil dari rilisan pers Elmand
Single terbaru dari Aditya Elmand berjudul “Menyambut Cinta”, seakan membawa pendengarnya menuju lorong waktu dan tiba di lantai disko tahun 1980-an.
Aditya Elmand merupakan seorang penyanyi dan penulis lagu yang mengawali karier musiknya lewat acara-acara musik dan festival di Belanda, saat ia sedang melakukan studinya. Finalis dari ajang pencarian bakat di negeri kincir angin, The Voice Of Holland ini bekerja sama dengan produser Samuel Pratama dan EARPUBLISH, sebagai media representative, dimana Elmand resmi merilis single berjudul “Menyambut Cinta”, secara mandiri melalui label miliknya, Elmand Production.
Single ini seakan membawa pendengarnya menuju lorong waktu dan tiba di lantai disko tahun 1980-an, lewat suara drum machine dan penggunaan synthesizer, yang menjadi hal penting dan begitu menonjol dari karya pria kelahiran 1988 ini. Lagu ini begitu tepat bagi pasangan sejoli yang sedang mabuk kepayang, dimana alunan lagu bernuansan 80-an yang Elmand suguhkan mampu mengajak pasangan muda-mudi berdisko tanpa henti, berkeringat, dan bercinta di akhir durasi lagu.
Secara keseluruhan, “Menyambut Cinta” dibuat dengan lirik yang mudah dicerna dengan komposisi sinkopasi musik jazz nan cermat, irama soul yang menyentuh, nada funky menghentak dan pop yang meletup bersamaan. Hasilnya, memberi kesan romantis bagi siapa saja yang mendengarkan. Bahkan bagi mereka yang tidak sedang jatuh cinta sekalipun, single ini membuat suasana hati jauh lebih riang. Dilansir dari siaran persnya, Elmand menciptakan lagu “Menyambut Cinta” untuk menceritakan betapa berlikunya jalan mengejar mimpi dan meraih cita-cita. Lewat alunan lagu nuansa 80-an yang bisa bikin adem saat dengerinnya, tapi sekaligus juga memberi semangat dan harapan untuk orang yang sedang mengejar mimpinya.
Lagu ini pun berhasil diciptakan selama tiga hari dan berhasil diproduksi selama dua minggu. Lirik lagu yang sungguh bisa membawa pendengar goyang-goyang sendiri ini bisa jadi inspirasi untuk para musisi Indonesia, sehingga lebih banyak menciptakan lagu dengan musik yang eksploratif dan berani berkreasi lebih luas lagi.
Lirik dan juga materi seluruhnya dikerjakan oleh Elmand. Misinya, ia ingin mengembalikan ke-groovy-an ala lagu-lagu tahun 80-an di Indonesia yang kental akan suara synthe dan elektronik drum mendominasi. “Biar pas orang-orang dengar, merasa lagi dijaman tahun 80an gitu” ungkap pria penggemar Chaka Khan ini.
Momentum perilisan single ini juga cukup tepat, yang mana boleh dikatakan muda-mudi masa kini sedang kegirangan romantisme era city pop 80-an. Baik karya-karya musisi nasional seperti Fariz RM, Dian PP, Utha Likumahuwa, Candra Darusman, Chaseiro, Harvey Malaiholo, Christ Kayhatu dst, hingga mancanegara khususnya Asia (Jepang) macam, Tatsuro Yamashita atau Maria Takeuchi, yang fenomenal dan masih banyak lagi. Euphoria kembali mendengarkan musik ke tahun-tahun new wave, pop jazz, dan disko berjaya.
Demam ini mulai menggila sekitar 2-3 tahun mundur ke belakang. Awalnya hanya sebagian kecil kalangan, kemudian muncul grup musik seperti ikkubaru, lalu duo Diskoria hingga solois-solois lainnya yang mengusung jenis musik ini. Pilihan pun jamak, ada yang memilih jalur mandiri, atau bernaung di label besar. Namun, spiritnya tetap sama – berdansa-dansi di lantai disko dan optimism menikmati hidup, berdendang di bawah pendaran warna warni neon lampu kota.
Dengarkan single terbaru Elmand, "Menyambut Cinta" di Youtube channel Elmand official, Spotify dan Apple Music.
Comments (0)