Menyimak

Menyimak "Cloudburst", Teror Teranyar dari Yogyakarta

Foto dan artwork didapatkan dari rilisan pers yang dikirimkan oleh Samstrong Records.

Unit metallic hardcore bernama Cloudburst ini merilis sebuah album self-titled. Album kedua ini patut diwaspadai. Pasalnya, album pertama mereka cukup mencuri perhatian dan kita patut menyimpan harapan besar untuk amunisi terbaru mereka.

Ridho N (bass), Yogi SA (gitar), J. Yudha (drum) dan A. Okta (vokal) adalah empat nama yang menggawangi eksistensi dari unit metallic hardcore asal Yogyakarta bernama Cloudburst. Band cadas ini mengawali karir bermusik mereka pada tahun 2011 dan sudah merilis beberapa karya, salah satunya adalah sebuah album bertajuk Crying of Broken Beauty yang dirilis pada tahun 2016. Band ini patut diwaspadai, karena nyatanya mereka mampu mencuri perhatian. Buktinya, lewat album pertama Cloudburst mendapatkan respon yang positif, seperti disematkannya album tersebut dalam “20 Album Metal Terbaik” versi The Metal Rebel (Swedia).

Tahun ini, Cloudburst kembali menelurkan karya baru. Mereka meramu sembilan buah lagu, yaitu “Strange Acrobat”, “Crimson Mask”, “Tornado”, “Eternal Gunfight”, “Oral Staircase”, “Personal Golgotha”, “Human Origami”, “First Cry” dan “Final Cry” dalam sebuah album eponim. Dikutip dari rilisan pers, lagu-lagu dalam album self-titled ini penuh dengan kekacauan dan kebrutalan, namun tetap menonjolkan sisi melodis dan sangat menarik. Cloudburst memadukan unsur musik metal dan hardcore yang kebanyakan dipengaruhi oleh musik buatan Converge dan Botch, kemudian dibalut dengan guitar shredding ala Slayer dan Keith Moonish, kemudian dihajar oleh gebukan drum dan vokal “pesakitan” ala Pig Destroyer dan Cattle Decapitation.

Untuk proses penggarapan, Cloudburst menghabiskan waktu dari Februari hingga Oktober 2018, dengan bantuan dari Bable Sagala (Metallic Ass) untuk urusan engineering, mixing dan mastering yang berlokasi di Watchtower Studios, Yogyakarta.

Bagi teman-teman yang penasaran pada amunisi teranyar dari Cloudburst, mereka mengunggah satu lagu dari album ini, yaitu “Strange Acrobat” lewat akun Bandcamp mereka. Keseluruhan album akan dirilis dalam format digital dan fisik lewat kerja sama dengan Samstrong Records pada 20 Desember 2018 mendatang.

BACA JUGA - Kembali dalam Proses Cipta Karya, Airportradio Rilis Album Kedua

View Comments (0)

Comments (0)

You must be logged in to comment.
Load More

spinner