Merangkum Hiruk Pikuk Kota Dengan Musik City Pop Ala Spring Summer

Merangkum Hiruk Pikuk Kota Dengan Musik City Pop Ala Spring Summer

Sumber foto : Press release Spring Summer

Spring Summer kembali dengan musik city pop yang khas, dan membayar lunas lima tahun pengerjaan album ini dengan sembilan lagu yang menarik untuk disimak.

Sebuah lagu biasanya dilandasi dari apa yang melekat di kepala pembuatnya, berdasarkan pada pengalaman, pemikiran, dan perasaannya. Pemicunya bisa beragam, bisa hasil refleksi dari diri sendiri, atau hasil pengamatan di luar dirinya, seperti ketika melihat sebuah kota misalnya. Kelompok musik Silampukau pernah menerjemahkan ini bahkan dalam bentuk album, yang merangkum segala hal tentang sudut kota Surabaya. Berangkat dari hal yang lebih kurang sama, sebuah band indie pop asal Bandung, Spring Summer menangkap hiruk pikuk kota sebagai fokus utama dalam karyanya, yang dalam hal ini digambarkan dalam bentuk album berjudul Departure.

Dari rilisan pers yang DCDC terima, nama 'Departure' ini sendiri dipilih karena selalu ada di setiap stasiun, bandara, dermaga, dan terminal. Kata Departure yang berarti sebuah keberangkatan, dirasa cukup mewakili arti karya-karya di album ini. Hal ini diamini oleh para personel Spring Summer jika mereka menjalani realita dan dinamika nyata, yang terus terjadi secara repetitif seperti warga kota. Selain itu, keberangkatan ini juga mempunyai makna sebagai penanda keberangkatan mereka dalam menjalani kembali kehidupan bermusik.

Setelah sekian lama vakum karena berbagai persoalan internal band, kali ini Spring Summer hadir dengan sebuah nuansa musik yang mengedepankan percampuran antara pop, soul, fusion, dan rock. Penulis musik Idhar Resmadi memberi penilaian pada karya Spring Summer sebelumnya yang begitu kental dengan nuansa indie-pop, namun kali ini mereka mengemas musiknya lewat balutan musik “city-pop”, sebuah genre musik yang berkembang di Jepang pada tahun 1980-an yang memadukan musik pop, soul, jazz, funk, disco, dan rock yang dikemas sedemikian rupa hingga menjadi karakter tersendiri, dan sering ditemui di budaya popular Jepang seperti anime dan film. Biasanya musik-musik “city pop” ini menekankan nuansa yang elegan dan megah, seperti layaknya modernitas kota.  Eksplorasi pada ranah musik “city-pop” ini yang kemudian menjadi proses kreatif teranyar Spring Summer, dan dirasa sejalan dengan konsep lirik-lirik tentang kota yang mereka tawarkan.

Spring Summer menuturkan jika kekuatan musikalitas mereka memang menekankan pada komposisi pop yang renyah dengan sentuhan fusion funk dan juga soul. Penekanan beat dan riff gitar yang dinamis dan saling bersahutan menjadi satu karakter tersendiri dalam Departure. Sebuah album yang memakan proses pembuatan cukup lama, lebih kurang hampir memakan waktu lima tahun, karena Spring Summer lebih disibukkan dengan bongkar pasang personil.

Kurun waktu yang cukup lama tersebut seakan terbayar dengan dituntaskannya sembilan lagu dalam album Departure, dari mulai lagu “Petang”, “Come Back As Rain”, “Late Night Rider”, “Sail Away”, “In Silence”, “Concrete Flower”, “Run”, “Temaram”, dan “Coming Home”, dimana beberapa lagu di album ini sendiri pernah dilepas kepada publik sebelumnya, hingga akhirnya dirilis pada 18 Oktober 2018, dan sudah bisa didengarkan secara resmi di streaming musik digital manapun. 

BACA JUGA - Simak Video Musik Terbaru Dari lightcraft, “Walk On Fire”

View Comments (0)

Comments (0)

You must be logged in to comment.
Load More

spinner