Nectura Lepas Album Kedua, Sebuah Album Otokritik untuk Pelaku Metal Indonesia
Menginjak usia delapan tahun, unit metal asal Ujungberung, Bandung, Nectura akhirnya melepas album penuh kedua mereka. Berjeda enam tahun pasca Awake To Decide, kini Nectura hadir membawa Narasi Penantang dari Lanskap yang Ditinggalkan. Album ini berhasil dirampungkan setelah Nectura melalui beberapa perombakan formasi, hingga kini menemukan formasi terbaik: Agung "Owang" Suwandi (vokal), Irvan "Abo" Hardian (gitar), Hinhin "Akew" Daryana (gitar), Abah Andris (drum) dan Aulia Akbar (bas).

Tajuk Narasi Penantang dari Lanskap yang Ditinggalkan dirasa cukup provokatif. Nectura menjelaskan bahwa tajuk ini menjadi penanda bahwa mereka sebagai band "baru" yang diisi "muka-muka lama" sedemikian resahnya melihat nilai pertemanan dan persaudaraan yang selama ini dijaga oleh komunitas metal di Indonesia menjadi semakin ambigu. Mereka berharap pesan tentang ambiguitas nilai ini bisa diserap oleh para pelaku metal di tanah air dan menjadi otokritik bagi mereka.
Album kedua dari Nectura dirilis atas kerjasama Necutra dengan Playloud Records. Album ini dirilis pada 13 Maret 2020, berisi delapan buah lagu yang seluruhnya berbahasa Indonesia demi mempermudah pendengarnya menangkap pesan dari setiap materi. Nomor-nomor yang terdapat dalam album tersebut berturut-turut adalah "Bless Nectura II", "Kultus", "Setara", "Tirani Mati", "Jalan Terbuang", "Sang Penantang", "Narasi Basabasi" dan "Kawan Bukan Lawan".
Untuk urusan musikalitas, mereka masih memadukan American dan European metal, meski mereka akui bahwa Nectura berhasil keluar dari zona nyaman. Narasi Penantang dari Lanskap yang Ditinggalkan dirilis secara fisik dalam format cakram padat dengan digipack cover bersamaan dengan merchandise lainnya.
Comments (0)