“Please, Don’t Ever, Disappear”: Hantu Masa Lalu Dari Manner House

“Please, Don’t Ever, Disappear”: Hantu Masa Lalu Dari Manner House

Sumber foto : Diambil dari rilisan pers Manner House

Single “Please, Don’t Ever, Disappear” yang dipilih  dari debut EP Manner House ini menjadi medium bagi mereka mencurahkan rasa sesal dan harapannya untuk orang yang pernah mengisi hidupnya di masa lalu.

Duo asal Kota Kembang,  Manner House merupakan sebuah grup musik asal Bandung yang digawangi oleh Esa Prakasa (gitar) dan Zulfikar Azhar (vokal dan piano). Kolektif ini merilis sebuah debut EP (Extended Play) bertajuk A Reminder Not Just For Me, yang diawali dengan perilisan single Manner House bertajuk “Please, Don’t Ever, Disappear”. Selanjutnya, Manner House akan merilis 3 lagu secara berkala dilanjut dengan perilisan official music video untuk setiap lagunya yang nanti mereka kabarkan dikemudian hari. Sebuah official lyric video mereka lepas via YouTube bertepatan dengan rilisnya official audio melalui layanan streaming musik digital pada 4 September 2020, semua infonya secara keseluruhan tertera di laman resmi @mannerhouse.official. 

Diawal dari kondisi tak menentu selama beberapa bulan terakhir. Terjadinya pandemi berimbas pada turunnya produktivitas sebagian besar manusia, salah satunya kendala yang juga dialami musisi dan juga pekerja pertunjukkan dengan tidak diperbolehkannya acara masal yang gegap gempita seperti sedia kala. Alih-alih larut dalam ketidakpastian, Manner House terdorong untuk mencipta karya. Bermula dari renungan dan penjelajahan akan makna hakikat kehidupan yang bersumber dari kondisi yang serba tidak menyenangkan ini – yang menurut mereka - pada akhirnya semuanya hanya seimbang di beberapa titik, dan itu selalu tergantung pada cara kita memandang sesuatu. Oleh karenanya, Manner House ingin membuat beberapa pengingat yang tidak hanya berguna untuk diri mereka saja namun juga bagi banyak orang.

Rencananya, EP A Reminder Not Just For Me ini akan berisikan 4 (empat) lagu, dimana 3 (tiga) lagu berbahasa Inggris dan satu lagu lagi menggunakan bahasa Indonesia pada lirik-liriknya. Keempat lagu ini adalah hasil kontemplasi dua personil Manner House akan kuasa sang khalik , dan di balik setiap hal buruk yang menimpa manusia, ada hal baik yang berjalan beriringan juga “hantu” masa lalu.  

Rangkaian proses perilisannya sendiri sudah dimulai dari awal bulan Agustus 2020, dibuka melalui sebuah kolaborasi bersama Halobalemail (visual art to express your self - a subdivision of Bale, Jakarta-based illustration goods product inspired from daily expression and feeling) berperan menyampaikan pesan orang-orang terkait topik yang dalam bentuk video lirik yang dilepas awal September lalu.

Nomor ke-1 single “Please, Don’t Ever, Disappear” yang dipilih  dari debut EP Manner House ini menjadi medium bagi Zulfikar Azhar Mahmud (Vokal, Keyboard, Piano, Synthesizer) mencurahkan rasa sesal dan harapannya untuk orang yang pernah mengisi hidupnya di masa lalu. Si “hantu” itu. Terombang-ambing dalam ketidakpastian di masa awal pandemi membawa nya menerawang jauh ke masa lalu. Penuh kenangan indah akan seseorang yang sudah tidak bersamanya lagi. Sedikit melankolis  dengan pilihan sound yang cukup unik. Penyesalan dan harapan. Sebuah ode romantic bagi orang-orang yang sudah tidak bersama mereka lagi saat ini.

Mulai dari beberapa detik pertama lagu diputar, pendengar akan diajak menjelajah waktu kembali ke masa lalu, ada cengkok Beatlesque, harmoni The Beach Boys era Pet Sounds dan beberapa isian tipis menyerupai Brian May yang cukup berbeda cukup signifikan dari gubahan milik Manner House sebelumnya. “si Zul tuh lagi banyak dengerin Beach Boys kemaren-kemaren, terus kan kita ngobrol kayanya pas nih kalo kita ajak Bagus Bhaskara buat featuring aja di lagu ini, dan syukurnya dia mau, jadi ya ini lah hasilnya. Semoga ada yang suka lah ya.” Jelas Eka terkait nuansa baru yang disodorkan lagu berdurasi 2 menit 53 detik ini.

Terkait isi pada lagu tersebut,  Zulfikar turut pula menambahkan, “Pada saat ini gue rasa baru ngeuh soal cinta, dulu padahal gak pernah segitu mikirinnya, tapi ya akhirnya setelah gue mengalami banyak pembelajaran di hidup, gue coba telurusin satu – satu hal yang bisa gue syukuri dan akhirnya gue keingetan sama sebuah pengalaman tentang seseorang yang mungkin sekarang gue sadar kalau dia tuh banyak memberikan gue pembelajaran dan kenangan baik disaat gue dulu begitu egoisnya dan mungkin kurang banyak bersyukur, tapi yauda sekarang sih gue udah ga ada lagi yang disesali, dan gue bakal coba mensyukuri kenangan-kenangan indah itu” ujarnya.

Di semua nomor yang akan mereka rilis dalam EP ini, Manner House mengajak beberapa artist atau musisi lain untuk berkolaborasi dalam setiap lagu nya dan Bagus Bhaskara, seorang singer/song writer berbakat asal Bali yang saat ini menetap di Jakarta, menjadi featuring artist untuk track pembuka ini. Sebuah proses yang juga baru untuk Manner House, mengajak musisi lain  untuk ikut ambil bagian dalam rilisan lagu mereka.

Nantinya setiap nomor dalam rangkain perilisan EP ini akan selalu dibuka dengan sebuah hearing sessions selama 1-2 minggu, melalui sebuah instalasi yang disimpan di beberapa lokasi yang bekerja sama dengan warung kopi (Serantau Coffee Space).

BACA JUGA - Optimisme Hellfreezed di dalam Video Musik “Paranoid”

View Comments (0)

Comments (0)

You must be logged in to comment.
Load More

spinner