"Terang", Sebuah Analogi Rasa Kehilangan Dari Hagai Batara
Sumber foto : Press release Hagai Batara (foto oleh Tommy Pranoto)
Hagai menuturkan jika lagu ini jadi bukti kalau lagu-lagu di mini album Fase ragamnya macam-macam, dan untuk lagu "Terang" ini sendiri menurutnya memiliki warna yang berbeda dengan single sebelumnya.
Musisi muda asal Jakarta, Hagai Batara, mulai menulis lagu sejak tahun 2013, sampai akhirnya dia hadir pada tahun 2018 ini, lewat suguhan single pertamanya yang berjudul "The Bird's Song", yang dia rilis beberapa waktu lalu. Untuk melanjutkan ‘episode’ baru dari kiprah bermusiknya, Hagai Batara kembali merilis sebuah single berjudul "Terang", yang merupakan single kedua dari mini albumnya yang berjudul Fase.
Tentang single keduanya tersebut, Hagai menuturkan jika lagu ini jadi bukti kalau lagu-lagu di mini album Fase ragamnya macam-macam, dan untuk lagu ini sendiri menurutnya memiliki warna yang berbeda dengan single sebelumnya, "The Bird's Song", dan karena itulah dengan dirilisnya single keduanya ini dia ingin memperkenalkan warna-warna dalam mini albumnya
Secara isian liriknya, lagu "Terang" menurut Hagai merupakan suatu analogi dari rasa kehilangan. Lebih jauh dia menjelaskan jika rasa kehilangan ini luas, dan tidak hanya berartian kehilangan seseorang, namun juga bisa kehilangan kesempatan, rutinitas, atau pun yang lain. Selain itu, lagu ini juga merupakan tempat Hagai menumpahkan segala keinginannya dalam satu lagu.
Dalam pengerjaan lagu ini, Hagai bekerja sama dengan rekannya, Dega Putra. Dega yang berdomisili di Jepang mengerjakan semua instrumen dalam lagu "Terang", sedangkan kompisisi dan vokal dikerjakan oleh Hagai sendiri. Proses pembuatan lagu juga dibantu oleh rekan Hagai dari Jakarta, Johanes Abiyoso. Abiyoso membantu dalam proses mixing dan mastering lagu ini.
Lagu ini diproses selama kurang lebih lima bulan. Tahap penulisan dimulai bulan Desember, sedangkan proses rekaman dimulai bulan Januari. Dikarenakan kesibukan Dega, lagu ini baru rampung pada bulan April lalu. Jarak yang memisahkan keduanya juga membuat komunikasi sedikit terhambat. Sedangkan untuk pengerjaan artwork Hagai kembali mempercayakannya pada Mario Pegas, yang juga mengerjakan artwork untuk single sebelumnya. Mario juga dipercaya Hagai untuk mengerjakan ilustrasi dalam mini album miliknya, dan oleh sebab itu setiap ilustrasi memiliki keserasian satu dengan yang lain.
Comments (0)