The HIrzy Antusias Sambut Debut EP 'Terjebak Senang'

The HIrzy Antusias Sambut Debut EP 'Terjebak Senang'

Setelah setahun sejak debut lewat single “Senangnya Jadi Jagoanmu” dan disusul “Teori Multiverse”, band indie pop The Hirzy kini melangkah lebih jauh dengan merilis mini album (EP) perdana mereka bertajuk Terjebak Senang. Mini album ini menandai babak baru dalam perjalanan bermusik mereka, menghadirkan lima lagu yang secara naratif saling terhubung layaknya sekuel film.

Meski judul Terjebak Senang terdengar penuh makna, para personel The Hirzy mengaku bahwa frasa tersebut sebenarnya hanyalah penggalan dari lirik lagu “Senayan”, salah satu dari tiga lagu baru dalam EP ini. Selain “Senayan”, dua lagu lainnya adalah “Kau Bukan Objek Seniku Lagi” dan “Prolog yang Indah, Epilog yang Buruk”.

Menariknya, kelima lagu yang masuk dalam Terjebak Senang justru sudah ditulis bahkan sebelum The Hirzy terbentuk. Hafizd, vokalis sekaligus penulis lagu, menjelaskan bahwa sebagian besar lirik dibuat saat ia masih duduk di bangku kelas 3 SMA. Awalnya, lirik-lirik tersebut hanyalah coretan pribadi, tanpa niat untuk dijadikan lagu. Namun seiring berjalannya waktu dan terbentuknya band, catatan-catatan lama itu justru menjadi fondasi cerita musikal The Hirzy.

“Inspirasinya semua dari pengalaman pribadi, dan juga dari cerita-cerita teman. Kadang ada kalimat-kalimat menarik yang keluar pas ngobrol, dan itu gue catat. Contohnya, ‘Senangnya jadi jagoanmu’ atau ‘Kau bukan objek seniku lagi’,” cerita Hafizd.

Setiap lagu dalam mini album ini hadir dengan karakter musik yang berbeda, namun tetap mengusung benang merah dari dua single sebelumnya. Glenn, salah satu personel, menyebut “Senayan” sebagai favorit pribadinya karena membawa pengalaman mendengarkan yang kontradiktif.

“Musiknya bahagia, tapi liriknya sedih. Jadi waktu dengerin lo kayak bingung sendiri, seneng atau sedih,” ujarnya.

Sementara itu, Bino lebih memilih “Kau Bukan Objek Seniku Lagi” sebagai lagu andalan karena kesederhanaan lirik dan aransemen musiknya yang selaras. “Lagu ini gak butuh banyak penjelasan. Lo dengerin aja dan langsung paham maksudnya,” katanya.

Dari segi produksi, The Hirzy tetap menggandeng Plug Home Studio Recording sebagai tim rekaman, namun mempercayakan proses mixing dan mastering kepada Alouysius Pionteck, sound engineer yang sebelumnya menangani proyek musik dari Pasto hingga Nasida Ria. Perubahan ini memberikan sentuhan sonik yang lebih matang dan berkarakter dibanding dua rilisan awal mereka.

“Di tiga lagu ini, kami banyak eksplor. Mulai dari vokal, efek gitar, permainan bass yang lebih aktif, sampai sound drum yang berbeda. Mungkin bisa dibilang, kalau dua single sebelumnya kami masih mencari bentuk, maka Terjebak Senang ini adalah perkenalan utuh tentang siapa The Hirzy sebenarnya,” jelas Nyoman menutup.

Dengan Terjebak Senang, The Hirzy tak hanya merilis karya, tapi juga membuka dunia yang jujur, personal, dan penuh dinamika emosi. Mini album ini menjadi undangan bagi para pendengar untuk tenggelam dalam semesta kisah dan suara mereka — satu pengalaman yang tak cuma “senang”, tapi juga penuh perenungan.

View Comments (0)

Comments (0)

You must be logged in to comment.
Load More

spinner