"Umpama Satwa" dari Negeri Syam: "Jangan Lupa, Manusia Akan Kembali Pulang"

Mengangkat nilai-nilai moral dan agama, Negeri Syam menyampaikan pesan yang akan mengajak kita berkontemplasi lewat "Umpama Satwa": bahwa suatu saat dunia fana ini akan hanya jadi persimpangan.

"Apa itu Negeri Syam?"
"Negeri Syam itu adalah sebuah wadah untuk menyampaikan pesan-pesan yang baik menurut saya."

Kalimat di atas dikutip dari pernyataan Negeri Syam dalam akun Instagramnya (@negeri.syam). Mereka lah yang bertanggung jawab atas materi-materi bernuansa teduh dan nyaman di telinga. Unsur-unsur "kebaikan" juga nampaknya menjadi hal wajib dalam setiap karya Negeri Syam. Tidak terkecuali pada rilisan terbarunya, single kedua yang berjudul "Umpama Satwa".

Dalam lagu "Umpama Satwa", Negeri Syam menyampaikan pesan tentang ketidakabadian para manusia. Negeri Syam mengingatkan kita untuk tidak terlena akan segala kenikmatan yang kita rasakan hari ini, di dunia ini, karena pada hakikatnya kita hanya menunggu waktu untuk pulang. "Mereka yang lupa umpama satwa, tertidur lelap dalam buai dunia fana...".


Artwork lagu "Umpama Satwa milik Negeri Syam

Tema dan musik yang cocok untuk berkontemplasi ini dirilis dalam format video lirik sederhana yang bisa disaksikan di kanal YouTube Negeri Syam. Video lirik ini dirilis pada tanggal 26 Oktober 2018 lalu.

Negeri Syam sendiri merupakan identitas dari proyek solo milik Muhammad Al Kadri, seorang singer-songwriter yang menetap di Yogyakarta. Untuk penggarapan lagu ini, ia dibantu oleh beberapa kawan untuk mengisi bagian dari instrumen pemerkuat karakter musik Negeri Syam, seperti Galih Ramadhan (gitar), Raditya Darmo (drum), Rizky Effendi (perkusi), Ronie Udara (perkusi/udu pot), Indra Wahyu (bass) dan Anas JB (trompet).

Lagu ini diproduksi di Jogja Audio School (JAS) dengan bantuan dari Eta (operator) dan Jondry Rusadi Irwando (mixing and mastering). Negeri Syam juga menyebutkan beberapa nama yang turut membantu setiap proses kreatif, seperti Januar Rifandy, Firjaben, Fajar Prakoso dan Gilang P.

Berangkat dari pemahaman mengenai nilai-nilai moral dan agama yang cukup kental, Negeri Syam tidak ragu-ragu untuk "mengkampanyekan" seberapa pentingnya berbicara baik untuk hal apapun. "Jika kata hanya sekadar kata, jika kata hanya sekadar suara, maka keledai pun juga bersuara. Jadi, sampaikanlah kebaikan agar kata tidak hanya sekadar kata tapi memiliki makna yang jauh lebih baik," tuturnya.

BACA JUGA - Rilis "Misguided", Ocean Menambah Bising Ranah Musik Cadas Surabaya

View Comments (0)

Comments (0)

You must be logged in to comment.
Load More

spinner