“Wheel” : Lanskap Musik Ideal Allo Cables

“Wheel” : Lanskap Musik Ideal Allo Cables

Sumber foto : Diambil dari rilisan pers Anoa Records

Lagu “Wheel” ditulis oleh Aryandra dan Alyuadi, di mana mereka terinspirasi dari bagaimana rutinitas membelenggu hidup dan waktu terus berputar mencari bentuk dinamisnya

Lima tahun lalu, Anoa Records merilis album kompilasi bertajuk Holy Noise: Indonesian Shoegazer Compilation dalam format pita kaset. Kompilasi band lokal Holy Noise ide awal rilisannya berangkat dari sebuah acara musik yang diadakan jauh sebelum label Anoa berdiri. Sekitar 17 band ambil bagian dalam kompilasi tersebut. Meneruskan hal itu, Anoa kemudian merilis album kompilasi Ocean Blender, yang dirilis secara resmi pada tanggal 5 Mei 2021 dalam format kaset dan digital di storefront club.

Ocean Blender berisikan band-band lokal shoegaze / dreampop senior, seperti Themilo, Lass, Belladonna, Bleary Eyes, Sharesprings, hingga band-band terbaru seperti Dive Collate, Eyesun, hingga Allo Cables. Nama yang disebutkan terakhir nyatanya punya daya pikat tersendiri bagi Anoa Records, hingga hal tersebut kemudian berbuah manis kala Allo Cables merilis single berjudul “Wheel”, yang sebelumnya masuk dalam kompilasi Ocean Blender.

Sedikit tentang Allo Cables. Grup ini merupakan kolaborasi dua personil band nugaze di skena lokal Bandung yang sudah dikenal, Heals dan Noirless. Aryandra Kareem (Noirless) dan Alyuadi Febryansyah (Heals). Keduanya meramu hal-hal yang mereka suka dan alami dalam moniker bernama Allo Cables.

Alyuadi menyebutkan jika Allo Cables sebagai ide proyek musik mereka berdua yang dahulu tidak jadi-jadi. Mereka bahkan sempat berencana band ini dengan vokalis perempuan. “Aryandra juga sih yang akhirnya ngingetin untuk ngidupin lagi proyek musik kami,” kata Alyuadi.

Proses songwriting pun dilakukan secara virtual dari komputer dan laptop masing-masing. Anehnya, Aryandra merasakan produksi musik di lagu “Wheel” ini tampak mulus dan klik di antara keduanya. “jarang sekali melewati diskusi keras atau ke-kurang-setuju-an terhadap masing-masing buah pikir,” jelasnya lagi.

Mereka berdua saling lempar-lemparan file audio dan meracik karakter dan lanskap musik yang mereka inginkan. Rekaman gitar, vokal, dan bass dilakukan di kamar masing-masing, sementara untuk drum dilakukan di sebuah studio oleh teman mereka, Rifqi. Total sekitar satu bulan lamanya untuk merekam single “Wheel”.

Ditambahkan pula oleh mereka melalui siaran persnya jika lirik lagu “Wheel” ditulis oleh Aryandra dan Alyuadi, di mana mereka terinspirasi dari bagaimana rutinitas membelenggu hidup dan waktu terus berputar mencari bentuk dinamisnya. Berputar terus diatas dan di bawah, dan Alyuadi pun merasakannya walau tampak getir. “Saya saat itu lagi rugi trading, so it's a kind of a loss jam,” ujar Alyuadi sambil tertawa geli.

Saat merekam lagu ini keduanya sedang mendengarkan musik dan band-band yang berbeda, dari mulai Silversun Pickups, Sonic Youth, Yo La Tengo, Manic Street Preachers album Lifeblood, hingga Cast dengan lagu berjudul “Mankind”. Kini Allo Cables sudah mulai merancang ide-ide berikutnya. Mereka berencana untuk membuat beberapa single lagi, dan jika pandemi selesai, tak menutup kemungkinan untuk band ini hadir dengan format band yang lengkap untuk live.

BACA JUGA - Majesty Janjikan Sesuatu yang Beda dan Fresh di Single Barunya

View Comments (0)

Comments (0)

You must be logged in to comment.
Load More

spinner