Tak Hanya Ingin Berbagi Eksperimen Musiknya, GERV Juga Bagikan Kebaikan lewat Tiga Lagunya

Tak Hanya Ingin Berbagi Eksperimen Musiknya, GERV Juga Bagikan Kebaikan lewat Tiga Lagunya

Sumber foto : Diambil dari siaran pers Gerv

Di awal yang baru ini GERV berharap tidak hanya akan terus berkembang dalam bermusik, namun GERV juga berharap agar bisa berbagi kebaikan

Terganjal masa hiatus salah satu personil dalam tubuh grup all girl ISVARA, justru mengundang hasrat lain untuk mengalirkan ekspresi yang berbeda melalui proyek musik baru yang dibangun Gerha dan Viary. Kedua gadis tersebut sepakat untuk membentuk GERV dengan formasi duo antara Gerha (Vokal/Gitar) dan Viary (Piano/Keyboard).

Walau terbilang ide spontan dan baru berkarya sejak bulan Oktober lalu, GERV menampakkan keseriusannya dengan mengawali debut melalui tiga lagu yang dirilis dalam format satu paket, atau mungkin katakanlah EP (Extended Play) yang bertajuk OMG (Oh My God). Tiga lagu yang merangkum EP tersebut diantaranya, “Aku Aku, Kamu Kamu”, “25” dan “Tentang Mati”.

Diakui GERV, ketiga lagu yang mereka sajikan menyimpan cukup banyak sentuhan spiritual. “Aku Aku, Kamu Kamu” sebagai nomor andalan, menggunakan time signature yang variatif. Lagu ini berbicara soal kebiasaan manusia yang seolah-olah tahu tentang kehidupan orang lain, merasa lebih baik, tidak memperhatikan adab jika menegur/mengingatkan tentang kesalahan, bahwa manusia memiliki nilainya masing-masing.

Kemudian di nomor kedua yang diberi tajuk “25”, lagu ini t​​ercipta setelah Gerha membaca buku tentang Nabi Muhammad SAW sebagai manusia yang paling baik dan sempurna. Tentang pujian-pujian dan kekaguman terhadap satu sosok. Isian musiknya digubah dengan sentuhan electronica dan sentuhan yang sedikit 90-ish di beberapa bagian.

Sementara nomor penutup yang bertajuk “Tentang Mati”, dihadirkan dengan vibes rock ballad yang gelap sekaligus depresif. Lagu ini menjadi salah satu refleksi Gerha setelah merenung pulang melayat (waktu itu banyak berita duka), jelas mengingatkan tentang kematian itu dekat di sela-sela kesibukan dunia yang wataknya berubah-ubah.

Meski dilatari tema yang cukup religius, GERV mengatakan bahwa lagu-lagu tersebut bukanlah lagu religi. Namun itu semua bisa dibilang merupakan pengingat serta afirmasi kebenaran tentang kekuasaan tertinggi melalui diri sendiri. Banyak sekali sari-sari dari proses berpikir, bertindak, serta pacuan dari pengalaman spiritual yang menjadikan GERV berusaha untuk membuat lirik dengan kalimat-kalimat yang baik.

Pada prosesnya, musik dan lirik dibuat oleh Gerha dan penggarapannya dibantu oleh Ferdi Soewandi sebagai Music Producer di mana sebelumnya juga pernah bekerjasama dengan ISVARA (band sebelumnya). Saat ditanya soal genre, Gerha dan Viary mengaku agak sulit menjawab. “Sejujurnya saya kurang paham tentang pengelompokkan genre.” kata Gerha.

Musik-musik seperti, Ena Mori, Tricot, Weeping Willows, Matt Maltese, Copeland, musik K-Pop menjadi deretan arah musik yang mempengaruhi mereka dalam berkarya. Pola lagu yang repetitif serta chord-chord progresif membuat lagu-lagu GERV unik, terasa mudah dicerna namun terasa cukup asing sekaligus.

Ketiga lagu yang tersusun dalam OMG disajikan dengan warna yang berbeda-beda satu sama lain. Karena pada dasarnya GERV dibentuk untuk eksperimen dalam mengekspresikan musik, lirik, mood, aransemen, dan komposisi. Di awal yang baru ini GERV berharap tidak hanya akan terus berkembang dalam bermusik, namun GERV juga berharap agar bisa berbagi kebaikan lewat musiknya dengan para pendengar.

BACA JUGA - Revolt of Sand bersama Tuantigabelas Lemparkan Bom Molotov berjudul “Silat Lidah”

View Comments (0)

Comments (0)

You must be logged in to comment.
Load More

spinner