Barirul Tuangkan Segala Keresahannya Dalam Album ‘Barirules’

Barirul Tuangkan Segala Keresahannya Dalam Album ‘Barirules’

Sumber Foto : Diambil dari rilisan pers Barirul

Segala konflik dan keresahan yang dialami Barirul adalah pemicu munculnya pemikiran kreatifnya dalam pembuatan album ‘Barirules’

Perasaan cemas, resah, marah, takut, benci, dan hal-hal negatif lain adalah hal yang wajar dirasakan oleh setiap manusia. Yang menjadi perbedaannya adalah bagaimana kita menanggapi perasaan tersebut. Barirul, seorang musisi muda yang pernah tergabung dalam beberapa band –Pasukan Militer, Republik 21, Dhyo Haw, Komplotan Perompak, hingga High Therapy– hadir dengan perasaan yang sama, dan kemudian ia tuangkan dalam sebuah album bertajuk Barirules dengan format solo.

Segala konflik dan keresahan yang dialami oleh Barirul, bahkan tertahan bertahun-tahun lamanya secara ironis membuat dirinya kreatif untuk menuangkannya pada catatan harian, untuk menyelami lebih dalam apa yang sebenarnya ia rasakan, dan untuk mencari jalan keluar, yaitu jawaban dari segala keresahan, kecemasan, dan kemarahannya. Hingga akhirnya titik klimaks pemikiran kreatifnya berujung pada perilis album Barirules ini.

“Barirules adalah ketika Barirul merasa sendiri, Barirules adalah ketika Barirul merasa tidak ada satupun orang yang dapat menghargai, Barirules adalah ketika Barirul tidak dapat merasakan kedamaian di hatinya, Barirules adalah ketika Barirul merasa tidak ada satupun pegangan di sekitarnya, Barirules adalah ketika Barirul bicara sendiri, Barirules adalah trauma-trauma masa kecil yang mengkristal pada sela-sela memori di kepala, Barirules adalah usaha Barirul dalam mencari jalan keluar, cahaya diantara kegelapan, pantulan cahaya pada air yang menggenang di kolam renang, Barirules adalah manifestasi dari keresahan yang diungkapkan, Barirules adalah kotoran yang dihias oleh nyali tak berbatas, Barirules adalah Barirul.” Ucap Barirul menjelaskan album ini.

Sebagaimana yang dilakukan oleh pelaku-pelaku kreatif lainnya, Barirul tak menyia-nyiakan pengalamannya tersebut. Sembari mengerjakan tugas skripsinya, ia mencoba membahasakan semua konflik diri tersebut ke dalam komposisi suara yang diusung dalam genre alternative-pop-psychedelic. 

Diawali dengan “Dawn”, Barirules berisikan tujuh lagu yang dikerjakannya seorang diri, dari drum, bass, synthesizer, bahkan gitar sekalipun (kecuali interlude pada track “When You Feel Like You Are Alone”, Tk Nol Kecil, musisi berasalkan Malang membantu Barirul untuk mengisi di salah satu bagan dari lagu tersebut). Ini pula alasan mengapa album ini bertajuk Barirules, karena Barirul yang mengatur semuanya, dan semau-maunya.

Proses kreatif album ini digarap oleh beberapa teman dekat Barirul. Pengerjaan mixing dan mastering dilakukan di studio yang dibangunnya bersama Komodospit, Studio Adiksi. Tidak hanya itu, Deby Sucha dan Adine Halim pun berperan sebagai photographer yang menjadi artwork dari album Barirules ini. Ditambah lagi, Artempo selaku creative director pada album Barirules ini mengerjakan seluruh hal yang berkaitan dengan desain grafis dan perancangan kreatif setiap visual dari alunan Barirules.

BACA JUGA - Aldrian Risjad Bernyanyi Tentang Mimpi Masa Muda di Single ‘Pujaan Massa’

View Comments (0)

Comments (0)

You must be logged in to comment.
Load More

spinner