Bersiap Untuk Sebuah Opus Pendek Bertitel ‘Yeah Yeah Yeah’ Dari Muto

Bersiap Untuk Sebuah Opus Pendek Bertitel ‘Yeah Yeah Yeah’ Dari Muto

Sumber foto : Diambil dari rilisan pers Muto

EP bertajuk Yeah Yeah Yeah merupakan memori-memori yang terekam dari keadaan, rentetan kejadian, dan kehidupan yang terjadi di sekitar personel Muto di tengah riuhnya hidup di sebuah pusat perkotaan

Digawangi oleh Topan Dieky (vokal), Hendra Ginting (gitar rhythm), AA Galih (bass), Ainun Latif (gitar lead) dan Aris Wirdiantara (drum), EP bertajuk Yeah Yeah Yeah merupakan memori-memori yang terekam dari keadaan, rentetan kejadian, dan kehidupan yang terjadi di sekitar personel Muto di tengah riuhnya hidup di sebuah pusat perkotaan. Dalam proses penciptaan lagu-lagunya, kata “yeah yeah yeah” juga merupakan ekspresi kepuasan mereka terhadap lagu-lagu yang mereka ciptakan; seperti sensasi merasakan nikmatnya masturbasi. Meskipun begitu, para personil Muto membebaskan kepada khalayak pendengar untuk menelaah maksud dari tajuk EP tersebut.

Muto terbentuk di Denpasar sebagai kolektif dengan semangat pertemanan sekitar tahun 2019 dan kian progresif sejak pertengahan tahun 2020. Kata Muto diambil dari sebuah film Jepang yang berjudul Godzira. Berkaca mata punk rock, karakter Muto adalah sikap perlawanan terhadap Godzira yang suka merusak dan menghancurkan apapun yang ada di depannya, dan sosok Muto adalah sosok yang melawan kebuasan Godzira di dalam film Itu. Lagu-lagu dengan lirik-lirik yang sederhana dan menangkap momen yang ada di sekitaran mereka, menjadikan mereka sebuah band untuk bebas berekspresi terhadap realitas dan identitas.

Kata “Yeah Yeah Yeah” sendiri sudah melekat dalam tubuh-tubuh personel Muto saat di atas panggung dan menjadi sebuah kata yang mampu membakar suasana di dalam interaksi mereka dengan para penontonnya, seperti sebuah mantra.

Beranjak pada EP mereka, Yeah Yeah Yeah. Proses penggarapan ini berjalan secara santai dan tidak tergesa-gesa dalam prosesnya, yakni selama dua tahun sejak dibentuknya Muto pada pertengahan 2019 silam. Proses rekaman materi sudah dijajaki per tahun 2020 di salah satu studio di Denpasar, Rock The Beat. Proses selanjutnya dibantu oleh Edwin alias Ajik Edwin sebagai operator dalam sesi rekaman, lalu di-mixing dan mastering oleh Ginting, sang gitaris, di studio rekaman rumahan miliknya. Sebelumnya, single “Oh Nani” telah direkam di lokasi yang sama. Sejarah rekaman dengan peralatan yang sederhana dan proses rekaman yang seadanya, membuat mereka ingin menyertakan single “Oh Nani” versi demo ini sebagai nomor utama di dalam EP mereka. Pasalnya, single “Oh Nani” versi demo ini adalah cikal bakal mereka sampai pada tahap peluncuran EP ini.

"Rilisan EP "Yeah Yeah Yeah" sudah dapat dinikmati dalam format rilisan digital. Bisa diakses melalui Soundcloud dan Bandcamp. Tautan juga bisa diakses melalui bio akun Instagram resmi kami @mutomuto  dan bisa diunduh bebas," ungkap Topan, dalam keterangan persnya.

Karakter musik Muto terbentuk seiring dengan selera masing-masing personilnya. Muto banyak dipengaruhi oleh musik-musik Amerika, Seattle, dan golden era pada zamannya, seperti Nirvana, Sonic Youth, Dinosaur Jr, Sex Pistol, Rancid, Ramones, dan juga musisi tanah air seperti, Morfem, Kebunku, Saturday Night Karoke, Netral, dan The Sneakers, di mana secara esensi musik mereka dapat menyerap semangat perlawanan yang menyangkal diberlakukannya tatanan kelas sosial terhadap masyarakat kelas menengah maupun kelas bawah.

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

A post shared by MUTO__ (@mutomutoo)

BACA JUGA - Jenuh Ketika di Perjalanan? Single Terbaru Dari LOR Dan The Sailors Solusinya

View Comments (0)

Comments (0)

You must be logged in to comment.
Load More

spinner