Debut Album Forgotten Kembali Dihadirkan Dalam Format Vinyl

Debut Album Forgotten Kembali Dihadirkan Dalam Format Vinyl

Selain menjadi romantisme bagi para penikmat karyanya, bisa dibilang album 'Future Syndrome' juga merupakan gerbang petualangan Forgotten hingga dua dekade ke depan, yang hingga hari ini tetap konsisten menghasilkan album epik

Forgotten, salah satu pionir band death metal asal Ujung berung, yang terbentuk pada tahun 1994 lalu ini menjalani 26 tahun perjalannya dengan beberapa buah album dan single yang patut disimak. Band yang tumbuh dengan kontroversi serta isian lirik yang bernas dengan ramuan musik death metal ini sejak awal kemunculannya langsung dikenal sebagai band yang menyuarakan hal-hal yang tidak familiar untuk diaminkan banyak orang, yang juga mampu menyulut kontroversi dibanyak kalangan. Tema seputar politik, sosial, ekonomi, hingga yang berkolerasi dengan prinsip pribadi menjadi fokus yang mereka angkat.

Tahun 2021 ini mereka seakan hadir kembali dengan menyuguhkan romantisme lewat debut mini albumnya, Future Syndrome yang pertama kali dirilis pada tahun 1997 dalam format kaset pita. Kali ini album yang menjadi catatan penting bagi ranah musik extreme tanah air ini dihadirkan dalam fromat piringan hita/vinyl, dengan menggandeng dua label kenamaan, Oblivion Records dan Grimloc Records.

Selain menjadi romantisme bagi para penikmat karyanya, bisa dibilang album ini juga merupakan gerbang petualangan Forgotten hingga dua dekade ke depan, yang hingga hari ini tetap konsisten menghasilkan album epik, meski formasi awal ini sudah berubah dan menyisakan Toteng dan Addy Gembel. Forgotten di awal perjalanan mereka mengambil pengaruh kental band-band favorit mereka, dari skena death NY seperti Cannibal Corpse dan Suffocation, hingga band prominen Florida seperti Death dan Obituari, pula dari Swedia seperti Entombed dan Dismember. Riff gelap, ritme dinamis, cepat dan rapat, terkadang menggerinda, dibungkus vokal Addy Gembel yang agak tidak umum bagi death metal saat itu, merepresentasikan dengan sublim kemuakan umum di ujung cerita rezim Orde Baru.

Forgotten meramu ini semua dengan agresivitas hardcore punk dan kecepatan thrash metal, menaikkan levelnya hingga batas yang mereka miliki dan menghasilkan salah satu album lokal paling intens pada saat itu. Album ini merupakan album bawah tanah yang paling sering ditemukan di resensi-resensi pada zine lokal hingga akhir 90-an, menginspirasi band-band death metal lokal generasi selanjutnya, paling tidak di Bandung.

Untuk Bandung sendiri, bersama debut Jasad, album ini merupakan salah satu tonggak death metal lokal, yang pada pertengahan 90an mulai memperlihatkan geliatnya, setelah pada awal dekade masuk ke Indonesia dan mulai menginspirasi anak-anak muda era itu yang sudah terpengaruh thrash metal dan hardcore sebelumnya, terutama di Bandung, di pojokan suburban Ujungberung.

Beberapa catatan di atas menjadi alasan yang cukup kuat bagi Grimloc dan Oblivion Records untuk menjadikan album Future Syndrome sebagai bagian dari proyek pengarsipan format vinyl kedua label tersebut, di mana mereka melakukan remastering dari master kaset yang ada dengan bantuan Hamzah Kusbiyanto, sebelum mereka cetak dalam format 12”, 45 RPM.

Untuk urusan sampul album, Grimloc dan Oblivion menggandeng nama Aditya Wardhana (yang juga fans album ini di 90an dahulu) untuk melukis dan merepresentasikan ulang imagery sampul album kaset lama mereka. Album dalam format vinyl ini dicetak sebanyak 298 keping, di mana di dalamnya disertakan pula poster berukuran 50x70cm dan zine 20 halaman yang berisikan lirik, arsip lama Forgotten dan liner notes personal dari jurnalis musik asal Malang, Samack, yang pula besar bersama album ini. Info lebih lengkap bisa intip instagram @grimlocrecords, oblivionrecords_ , atau pun instagram Forgotten @forgotten_official

BACA JUGA - Decayed Flesh Pertontonkan Derita hingga Ajal dalam Video Musik "Sclerosis"

View Comments (0)

Comments (0)

You must be logged in to comment.
Load More

spinner