"Dismal Ritual" dari Marka: Bahwa Semua Akan Sirna dan Doa Akan Sia-Sia
Dari kota Malang, hadir satu unit baru bernama Marka, sebuah band dengan racikan musik dark-rock/post-punk yang banyak terpengaruh oleh Christian Death, The Cameleons, Type O Negative hingga Ghost di era awal. Sebenarnya, Marka tidak "benar-benar baru", karena band ini diisi oleh personil yang aktif di band lain: Ardhi (vokal) dari Bangkit Melawan, Fadly (vokal/gitar) dari Noose, Lutfi (bas) dari Blastmind dan Strider, serta Hafiz (drum) dari Blastmind.

Ke-empatnya kemudian memperkenalkan Marka lewat beberapa kegiatan. Mereka turut ambil bagian dari proyek kompilasi serta acara bertajuk Semburat edisi kelima yang diorganisir oleh kolektif Sursum Omnia. Selain menjadi debut aksi, di sana Marka juga menyertakan debut single yang diberi judul "Dismal Ritual".
Lagu "Dismal Ritual" bercerita tentang keputusasaan umat manusia di hari-hari terakhir mereka hidup di dunia. Rasa putus asa ini dilihat dari berbagai perspektif: kepanikan akibat bencana di mana-mana, segelintir orang menyambut hangat kematian dan kehancuran muka bumi, kubu-kubu pemuas nafsu duniawi, para pemuja jalan kegelapan dan tunduk pada setan hingga umat manusia yang seakan lupa pada hari di mana dunia akan sampai ke titik akhir. "Dismal Ritual" jadi semacam pengingat: bahwa pada akhirnya semua akan sirna, doa akan sia-sia karena kita semua akan menjadi mangsa.
Marka dengan "Dismal Ritual" bisa didengar di berbagai kanal digital. Silakan kunjungi Bandcamp, YouTube atau Soundcloud dari Marka untuk menikmati debut mereka.
Comments (0)