Indah dan Damainya Silaturahmi Lebaran Bersama 4 Presiden

Indah dan Damainya Silaturahmi Lebaran Bersama 4 Presiden

Setelah sukses melakukan ‘kunjungan negara’ ke beberapa kota di Provinsi Banten sampai Jawa Tengah selama bulan Ramadan kemarin, pada Jumat (15/7), empat orang pemimpin negara tetangga—yaitu Man Jasad dari Republik Gaban, Budi Dalton dari Republik Pacantel, Pidi Baiq dari Negara Kesatuan Republik The Panasdalam, dan Zastrow Al Ngatawi dari Republik Jalanan—bergabung dalam gelaran Open House Silaturahmi Lebaran di Panasdalam Cafe yang terletak di kawasan Jalan Ambon, Bandung.

Berbeda dengan format talkshow mereka yang sebelum-sebelumnya, settingan open house kali ini sengaja dibuat lebih eksklusif oleh tim DCDC. Hamparan red carpet menuju panggung, juga kursi-kursi yang berderet rapi dengan balutan kain putih, siap menyambut keempat presiden beserta para ‘tamu kenegaraan’ yang terdiri dari segala lapisan masyarakat umum. Settingan ini membuat nuansa open house terasa lebih resmi, selayaknya akan terjadi pertemuan kepala-kepala negara sungguhan.

Para Presiden Menyapa ‘Tamu Kenegaraan’ di Red Carpet
Sekitar jam 7 malam, host Eddi Brokoli membuka acara dan meminta hadirin yang sudah memenuhi venue untuk berdiri, menyambut kedatangan para presiden. Satu per satu presiden nyentrik ini lalu berjalan di red carpet dengan iringan theme song Rocky Balboa, “Gonna Fly Now”. Sebagaimana munculnya public figure, para penonton menyambut meriah kedatangan Man Jasad, Zastrow Al Ngatawi, dan Budi Dalton, yang berjalan sambil menyapa mereka di red carpet. Seperti kemunculan tiga presiden tersebut, penonton juga menunggu-nunggu kemunculan Pidi Baiq di red carpet. Tapi, tanpa disangka-sangka Imam Besar The Panasdalam ini malah langsung loncat dari backstage ke atas panggung untuk mengecoh para penonton. Kelakuan presiden antik ini memang suka ada-ada aja ya!

Man Jasad Bagi-Bagi THR di Open House Silaturahmi Lebaran
Acara open house ini lalu diawali dengan pidato kenegaraan dari masing-masing presiden. Host Eddie Brokoli memberikan kesempatan speech yang pertama untuk Man Jasad. “Beda tipis sekarang itu, antara hari raya dengan hari riya. Iya kan? Pas lebaran, orang-orang kebanyakan pada pamer. Bertepatan dengan hari riya kemarin juga terjadi bom-boman di negara tetangga. Makanya saya mau mengajak, jangan berjihad di jalan Allah, karena apa? Karena saya mah belom pernah lihat Jalan Allah, adanya juga Jalan Sudirman, Jalan Asia-Afrika, Jalan Soekarno-Hatta. Mendingan mari kita berjihad di dalam kasih sayang Allah,” ujar Presiden Gaban ini yang kemudian disambut tepuk tangan penonton. Melengkapi pidatonya, Man sengaja bagi-bagi amplop berisi THR untuk host, tiga presiden lain, dan para penonton yang menurutnya adalah kaum-kaum dhuafa. Penonton jelas senang dikasih amplop. Isinya cuma dua ribu rupiah, tapi lumayan buat bayar parkir.

Banyolan Khas 4 Presiden, Bikin Venue Open House Pecah!
Setelah keempat presiden selesai memberikan speechnya masing-masing, open house dilanjutkan dengan bincang-bincang santai yang diwarnai banyolan-bayolan khas empat serangkai ini. Mereka berempat saling menjadikan satu sama lain bulan-bulanan yang membuat penonton tertawa tanpa henti. Mulai dari flashback kejadian-kejadian lucu selama mereka tur program Ramadan, membahas bagaimana menahan hawa nafsu selama puasa, kebiasaan satpol pp di Indonesia, cara mengulek sambal lotek, sampai perihal kostum yang mereka pakai hari itu, semua bisa dijadikan celah untuk mengocok perut hadirin di venue. “Saya sebenernya nggak setuju sama adanya acara ini, karena saya melihat Budi Dalton telah meruntuhkan kewibawaan Brotherhood dengan pakaian sulapnya,” kata Pidi Baiq, mengomentari kostum Budi Dalton yang sebenarnya dimaksudkan untuk menyerupai pemeran utama film Godfather, Vito Corleone.

Di tengah-tengah talkshow, Iksan Skuter membuat seluruh pengunjung Panasdalam Cafe terhipnotis dengan penampilannya saat membawakan lagu ‘Doa Ada Dimana-mana’. Tidak lantas turun dari panggung setelahnya, Man Jasad meminta Iksan tetap stay dan membawakan dulu lagu ‘Shankara’ yang menjadi single andalannya. Saat Iksan menyanyikan reffnya, “Tak ada di dunia negeri yang seperti ini…” Man meminta Iksan berhenti bernyayi dan berkomentar bahwa jangan-jangan Iksan adalah mata-mata CIA yang menyebarkan keindahan alam Indonesia ke luar negeri. Gara-gara itu, Indonesia jadi didatangi orang-orang asing yang malah mengeruk kekayaan alamnya. Akibatnya, walaupun alam Indonesia kaya, penduduknya sampai sekarang tetap miskin. Candaan satire seperti ini membuat penonton tertawa sekaligus berpikir tentang realitas yang memang terjadi saat ini.

Di penghujung acara, Eddi Brokoli mengajak semua penonton untuk bersalam-salaman langsung dengan keempat presiden, berhubung tema yang diusung kali ini adalah silaturahmi lebaran. Untuk menambah afdolnya nuansa lebaran, sambil bersalam-salaman para presiden memberikan angpau pada beberapa penonton yang lebih dulu naik ke stage. Tak hanya masyarakat umum, di venue ternyata hadir pula musisi-musisi yang saat bulan Ramadan lalu ikut tur bersama para presiden. Abah Andris, Gebeg, Ink Mary, Denny Hsu, dan lain-lain, semua tampak berbaur, saling berangkulan, bermaaf-maafan, dan membuat suasana open house berakhir dengan indah nan damai. ***

View Comments (0)

Comments (0)

You must be logged in to comment.
Load More

spinner