Jenuh Ketika di Perjalanan? Single Terbaru Dari LOR Dan The Sailors Solusinya
Sumber Foto : Diambil dari rilisan pers LOR & The Sailors
Lagu "Senandung Utara" terinspirasi dari kejenuhan dan keresahan yang dialami oleh LOR dan The Sailors dalam perjalanan menuju Selatan (daerah perkotaan)
Inspirasi dari terciptanya sebuah lagu bisa datang dari mana saja. Keresahan-keresahan yang dialami sehari-hari pun dapat menjadi inspirasi utama dalam penulisan lirik. Hal inilah yang kemudian dilakukan oleh LOR dalam menulis lagu berjudul "Senandung Utara" yang menceritakan keresahannya harus berangkat ke Selatan (daerah perkotaan) yang cukup jauh dari rumahnya di daerah Utara. Single ini kemudian LOR rilis dengan menggandeng The Sailors sebagai proyek kolaborasi. "Senandung Utara" digarap dengan cepat, padat dan jelas karena kedua band ini sedang berada di tengah-tengah kesibukannya masing-masing, yakni The Sailors dengan EP nya dan LOR dengan albumnya.
Jauh sebelum perilisan, lagu ini sebenarnya adalah stok lama yang dimiliki oleh LOR dan pernah dibawakan satu kali. Lalu mereka juga mengakui tidak pernah terpikirkan untuk menggarap lebih lanjut lagu ini sebelumnya. Hal ini dikarenakan mood pada lagu "Senandung Utara" berbeda dengan lagu LOR lainnya. "Kolaborasi kami ini jadi dilaksanakan dengan stok lagu yang pernah dibuat, tepatnya dipakai buat intro pas LOR manggung pertama kali dan hanya sekali doang. juga lagu ini beda moodnya sama lagu LOR yang lain," ujar Ghiffari.
Lebih lanjut, Pradana Samara (The Sailors) atau lebih dikenal dengan sebutan Dana mengaku bahwa dirinya sempat berpikir untuk membuat single sendirian, namun pada akhirnya ia mengajak LOR untuk realisasi singlenya. "Aku sempet kepikiran bikin single, tapi males bikin sendiri jadi aku ngajak LOR buat bikin single ini," ujar Dana.
Dalam proses penggarapannya, Dana mengarahkan guide gitar agar sesuai dengan mood-nya. Uniknya, lirik lagu dari single "Senandung Utara" ini sebenarnya belum selesai, namun tetap direalisasikan sebagai single kolaborasi. "Awalnya aku buat guide dengan arahanku yang lebih mengarah moodnya seperti soundtrack film The Good and The Bad and The Ugly yang diarahkan oleh Ennio Morricone untuk pembuatan soundtracknya. tapi karena waktu yang sangat singkat penulisan lirik pun tidak selesai." lanjut Dana.
Single tersebut merupakan keluh kesah Dana yang mana dirinya adalah warga dari tepi utara Kabupaten Sleman, atau lebih tepatnya daerah Cebongan yang merupakan tempat bernaung The Sailors. Dana mengaku resah pada kasus klitih (aksi premanisme) yang banyak terjadi di tepi utara DIY, khususnya wilayah Kabupaten Sleman. Beberapa penggal lirik merepresentasikan keberaniannya dalam menghadapi klitih. Dengan keberanian dan keyakinan, ia mengaku tidak takut dengan klitih, meski sebenarnya Dana sendiri juga belum pernah menghadapi klitih. "Lagu ini adalah penggambaran klitih, namun kutakkan gentar menghadang, bila ku sampai di ujung kota. mari anak klitih kuhadang kau di ujung kota," ucap Dana.
Lain cerita dengan Ghiffari, salah satu personil LOR yang rajin pergi ke selatan ini punya keresahan yang mungkin banyak dirasakan oleh para remaja pulang pagi. Sebagai anak kost, Ghiffari seringkali ingin pindah kost agar lebih dekat dengan pusat kota. Ia mengaku jenuh ketika harus pulang ke daerah utara. "kejenuhan balik ke utara, jauh. apa pindah kost aja ya?," ujar Ghiffari. Single kolaborasi The Sailors dan LOR yang berjudul "Senandung Utara" ini sudah tersedia di digital streaming platform. Simak melalui tautan di bawah ini.
Comments (0)