Keluasan Eksplorasi Musik Circle Circus di Debut Single “Lirih”
Sumber foto : Diambil dari rilisan pers Circle Circus
Lagu berdurasi empat menit ini mengetengahkan kisah tentang kerinduan seseorang yang sangat ingin berjumpa dengan kekasihnya. Satu hal yang menegaskan jika Circle Circus merupakan arena bermain yang gak main-main
Bulan Februari menjadi catatan tersendiri bagi band indie asal Bandung, Circle Circus. Pasalnya, band yang digawangi oleh dua orang personil, Gilang Kurniawan dan Firkan Abo ini merilis debut singlenya yang berjudul “Lirih”. Perilisan single ini menjadi sesuatu yang special mengingat perilisannya berkaitan erat dengan pijakan Circle Circus di ranah musik tanah air, yang katanya terjal ini. Mereka, dengan semua nyala kreasi yang mereka punya kemudian mengukuhkan eksistensinya lewat single “Lirih” ini.
Lagu berdurasi empat menit ini mengetengahkan kisah tentang kerinduan seseorang yang sangat ingin berjumpa dengan kekasihnya. Makin lengkap, lagu dengan gaya penulisan lirik personal ini kemudian diisi dengan isian melodi gitar yang terinspirasi oleh kotekan gamelan Bali pada bagian intro, serta diiringi drum dan bass bergaya post punk. Kombinasi musik unik dan menarik tersebut merupakan buah kreasi dari dua punggawanya, Gilang (vokal), dan Firkan Abo (bass). Tidak ingin berpuas diri dengan hanya merilis single ini saja, kabarnya mereka juga tengah mempersiapkan lagu berikutnya untuk album yang rencananya akan dirilis pada tahun ini.
Sedikit kilas balik tentang Circle Circus. Band ini awalnya dilatari oleh pertemanan antara Gilang dan Abo saat masih kuliah di Universitas Pendidikan Indonesia. Dirasa memiliki chemistry dalam hal bermusik keduanya kemudian sepakat membuat Circle Circus ini. Dengan mengetengahkan genre pop/rock dengan keleluasaan eksplorasi di dalamnya, mereka sepakat untuk menjadikan bandnya ini sebagai ‘wadah’ bagi hasrat berkeseniannya. Dibalik kesibukan Gilang sebagai session player saxophone dan Fikran sebagai arranger, mereka tetap berkomitmen dan produktif menulis lagu. Bisa dibilang band ini sebagai arena bermain yang ‘gak’ main-main bagi keduanya.
Comments (0)