Kombinasikan Brutal Death Gaya Amerika dan Eropa, Decayed Flesh Luncurkan 'Eternal Misery'

Kombinasikan Brutal Death Gaya Amerika dan Eropa, Decayed Flesh Luncurkan 'Eternal Misery'

Foto dan artwork didapatkan dari siaran pers. Kredit tidak disertakan.

'Eternal Misery' merupakan album studio pertama dari Decayed Flesh. Di bawah bendera Brutalmind, trio musik ekstrem asal Pemalang, Jawa Tengah ini melepas sepuluh buah nomor yang adu bising dari satu track ke track lainnya.

Kolektif ekstrem asal Pemalang, Jawa Tengah, Decayed Flesh resmi meluncurkan sebuah album. Band yang dibentuk pada pertengahan 2018 dan diperkuat oleh Lukman Robi Andika (drum), Anggit Rizky (bas & vokal) dan Wasis Setiawan (gitar & vokal) ini merilis album bertajuk Eternal Misery. Album ini berisi sepuluh buah track, dirilis oleh label asal Jakarta, Brutalmind pada 13 Juni 2020.

Eternal Misery merupakan album studio pertama dari Decayed Flesh. Gaya bermusik yang mereka tuangkan dalam album ini menggabungkan brutal death metal a la Amerika dan Eropa, seperti Deeds of Flesh, Severed Savior, Gorgasm, Inveracity, Decaying Purity, dan lain-lain. Sepuluh nomor bising dalam album ini berturut-turut adalah "Into Eternity", "Abyss of Misery", "Desperate Soul", "Sclerosis", "Psychiatric Illness", "Omnipotent Hypocrisy", "Madness", "Endless Anxiety", "Eternal Suffering" dan "Insidious Delusion".

Untuk departemen lirik, tema yang kebanyakan diangkat oleh Decayed Flesh adalah tentang penderitaan dalam banyak aspek, baik kehidupan pribadi personil maupun sisi luar kehidupan mereka. Pengalaman dan kejadian yang ditangkap mata dan memori coba dituangkan dalam lirik sebagai asupan nutrisi tema, dari lingkungan umum juga berbagai media. Kini, album Eternal Misery sudah bisa didapatkan melalui brutal-mind.com. 

BACA JUGA - Gabungkan Old-School dan Modern Death Metal, Consumed Rilis 'Shattered Illusion'

View Comments (0)

Comments (0)

You must be logged in to comment.
Load More

spinner