Lama Vakum, The Panic Kembali dengan Kisah Kematian, Bumi dan Manusia
Setelah merampungkan satu album penuh berjudul All Human Talk (2011) dengan tema besar kemanusiaan, tentang kehancuran bumi atas lelaku congkak umat manusia, perang, polusi dan korupsi yang terjadi di mana-mana, The Panic, grup indie rock asal Bandung kembali dari vakum sembilan tahun. Mereka kembali dengan merilis single bermuatan isu dunia yang dijait dalam barisan lirik berbahasa Indonesianya bertajuk “Jika Dunia Terdiam”.

The Panic dibentuk tahun 2001 dan tidak luput dari perombakan personel. Hanya tersisa Akis (vokal) yang membangkitkan The Panic dari tidur lamanya bersama tiga personil lainnya yang memiliki latar belakang kehidupan dan musikalitas berbeda. Aliran musik yang diusung saat ini oleh The Panic cukup berbeda dari lainnya, yaitu Enigmatic Rock with Harmony di mana visi dan misi mereka dalam merangkai sebuah kisah konseptual tentang bumi dan manusia rencananya akan dirangkum menjadi album trilogi yang secara berurutan akan segera dirilis. Album trilogi tersebut akan bertemakan, “ Cipta – Pelihara – Binasa”.
Dengan unit yang kini diisi oleh Akis (vokal-gitar), Nzoom (bas), Kibot (gitar), Robby JamLs Angga (drum), The Panic memaknai mati bukan bukan perkara candaan, melainkan sebuah fase menyakitkan jika manusia itu berperan sebagai orang jahat pada skenario dunia. Single ini merupakan gambaran pemahaman dari The Panic terhadap zaman yang sedang kita tertawakan kehidupannya, yaitu zaman di mana banyak manusia angkuh dan melupakan Penulis Skenario yang sesungguhnya di kehidupan ini.
Sedikit review dari single “Jika Dunia Terdiam”, The Panic bercerita tentang kondisi manusia yang saat ini sedang tidak baik-baik saja. Merujuk pada kenyataan bahwa manusia modern sebenarnya sudah mengganti Tuhan-Nya dengan berhala, dan berhala baru itu adalah uang atau materi. Kemerosotan moral manusia menjadi focus utama dari The Panci melalui single terbarunya ini.
Dalam potongan syairnya yang berbunyi: “Jika dunia tak bicara, ku akan wakili dunia menyampaikan situasi saat ini,” maksud dari The Panic di sini ingin mengingatkan seluruh umat untuk kembali sadar dari dunia ambigu. Sudah seharusnya manusia paham bahwa ada kehidupan setelah kematian. Kita semua sedang mengantri panggilan. Menunggu tiket habis dan itu semua bukanlah ketentuan sang berhala.
Single “Jika Dunia Terdiam” adalah bentuk pengejewantahan kekhawatiran sekaligus kampanye untuk mengajak umat manusia kembali sadar dan gambaran sudut pandang dari The Panic menyikapi pergerseran zaman.
Comments (0)