Lebih Dari Satu Dekade ‘Terlupakan’, Cupumanik Sajikan Lagu Lama Rasa Baru

Lebih Dari Satu Dekade ‘Terlupakan’, Cupumanik Sajikan Lagu Lama Rasa Baru

Foto didapatkan dari rilisan pers Cupumanik, dan merupakan karya dari Adit Shorea

Kelahiran kembali single ‘’YKT’’ (Yang Kan Terjalani) ditandai pula dengan kehadiran Rama, gitaris awal Cupumanik, di mana dirinya beraksi mengisi harmoni di departemen gitar bersama Eski dalam lagu ini.

Menjadi buah karya dari yang pernah Cupumanik lahirkan, lagu ‘’Yang Kan Terjalani’’ sayangnya urung masuk di album perdana self titled Cupumanik pada tahun 2005 lalu. Namun seakan masih terikat satu sama lain lagu ini nyatanya masih disimpan rapi dalam memoar manis para personilnya, hingga keinginan untuk kembali menyajikannya kemudian terealisasi pada tahun 2020 ini. Lagu YKT (‘’Yang Kan Terjalani’’) kemudian dikemas ulang agar relevan dengan zaman.

‘kelahiran’ kembali single ‘’YKT’’ ditandai pula dengan kehadiran Rama, gitaris awal Cupumanik. Ia beraksi mengisi harmoni di departemen gitar bersama Eski, hingga kolaborasi keduanya berbuah manis kala sound bernuansa clean berbalut string dan orkestrasi yang diaransemen mewah, hasil dari sumbangan artistik Rama, di mana dia ingin menonjolkan ambience dan syahdunya lagu. Periisan singe ini pada akhirnya menjadi  pemantik mereka melakukan reuni.

Lebih jauh tentang musiknya, gitaris Eski mementaskan nada unik tematik, menghiasi lagu dengan riff gitar yang kuat, dari intro hingga ending tanpa pengulangan. Semua berkesinambungan, berhubungan dengan tema dan ruh lagu, kendati bercak sound kotor dari fx fuzznya masih terasa. Sedangkan di divisi rhythm section, Dony dan Iyak membangun pondasi lagu mengikuti nuansa lagu yang bernuansa akustik, dipertegas dengan laid-back shuffle 3/4, di mana sisanya dibiarkan mengalir.

Artwork untuk single ''Yang Kan Terjalani'' (kredit tidak disertakan)

Dony merekonstruksi dengan kejutan breakdown, tom riff dengan swing's feel di bagian bridge dan beberapa varian lain di bagian reff. Hal serupa juga dapat ditemui pada interlude dan coda to end yang sengaja dibuat bernuansa afro-carribean (reggae), yang mengingatkan pada nuansa lagu Seven Days-nya Sting.

Belum selesai dengan bangunan musik yang terdengar mewah, pada departemen vokal ada Che yang dengan segala kepekaan yang dia rasa ikut larut dengan musik yang dibuat.  “Menurut gue, YKT adalah perbincangan romantisme laki-laki dan perempuan", ujarnya. Dia juga menambahkan jika di lagu ini dia lebih 'bernyanyi' tanpa pekik parau berkarat khasnya, di mana yang terdengar hanya bariton yang rileks, merayu dan membuai.

Sebagai penulis lirik, Iyak mengatakan jika lagu ‘’YKT’’ adalah mantra cinta pelipur hati bagi siapapun yang telah setia berada di sisi. ‘’Untuk mereka para Istri atau belahan jiwa yang ikhlas menerima segala kekurangan, untuk sudi mengarungi lautan kehidupan, rela tenggelam dalam suka dan menghalau luka. Mereka adalah para pendamping untuk merajut asa, pun menua bersama’’, ujarnya menjelaskan lagu ‘’YKT’’.

BACA JUGA - Ajak ‘Bapak Grunge Nusantara’, Hiatus Mantra Rilis “Semoga Tenang”

View Comments (0)

Comments (0)

You must be logged in to comment.
Load More

spinner