Makin Bersenang-senang, Aimless Rilis EP Terbaru
Sumber Foto : Diambil dari rilisan pers Aimless
Instrumen yang kaya dan agresif dengan dosis persenjataan riff tiada batas menjadi salah satu modal karya yang Mengeksplorasi EP ini mulai digarap di bulan Oktober 2022
Unit hardcore asal subang yang memulai debutnya di tahun 2020 dengan single “DEVASTATED” sebagai demo single. AIMLESS mengeksplorasi musik Hardcore yang berat dan agresif serta dipenuhi nuansa kelam. Kali ini Aimless berhasil meluncurkan debut Mini Album nya yang berjudul "Hope You Feel The Suffering".
Mini album Hope You Feel The Suffering sebagai Identitas yang membawa pendengar hanyut dalam sebuah Penderitaan. Berisikan 5 Track yang ditulis dengan penuh Makna berdasarkan perjalanan hidup yang kami alami. Problema Kehidupan, Keresahan Sosial, hingga Keterpurukan kami sampaikan di EP ini.
Instrumen yang kaya dan agresif dengan dosis persenjataan riff tiada batas menjadi salah satu modal karya yang Mengeksplorasi EP ini mulai digarap di bulan Oktober 2022. Lumayan cukup memakan waktu, karena kesibukan individu personil kami yang tidak bisa ditinggalkan. Dengan proses yang lambat serta perubahan konsep dipertengahan penggarapan album, menjadi PR kami untuk tetap bisa meneruskan pengerjaan album ini.
Hope You Feel The Suffering dirilis melalui kanal digital oleh Keeprawk Records sebagai Records Label dan Collective Movement yang juga kami kelola.
Diawali dengan 'Intro' yang cukup Berat dan Gelap. Disambung oleh 'Suffering' pada nomor pembuka yang menonjolkan ketajaman Riff yang Kelam serta Vocal yang Penuh Amarah. Menunjukkan keagresifan karakteristik pada EP ini.
Berkolaborasi dengan Faiq Nurfratama dari '’Punitive’' pada nomor kedua, '’Pretend’' yang bertempo cepat langsung memacu adrenalin. Dipadukan dengan Clean Vocal yang melodis membuat Kesedihan pada track ini semakin kompleks.
Disusul oleh '’Ironi'’ sebuah lagu sentilan terhadap Oligarki. Ditulis dengan penuh Sarkas. Perlawanan terhadap Otoritas yang Menyebalkan.
Track yang cukup berani. Dengan lirik perlawanan dan dibalut dengan nuansa Kelam Black Metal. Menjadikan Ironi semakin berbahaya untuk dimainkan.
Namun Penderitaan belum berakhir. EP ini ditutup oleh track '’Endless Pain’'. Materi lagu yang cukup berat, dipadukan dengan serangan Hardcore dan Slamming. Salah satu track yang sangat dijagokan di EP ini. Endless Pain menjadi Sayatan Luka terakhir di penghujung EP ini. Dipenuhi dengan kebencian dan ketidakkaruan. Namun dunia memaksa untuk tetap Hidup 'Sampai Aku menerima Bunga di Pemakamanku'.
Comments (0)