Membangun “Investasi Sosial” di HomegrownYK Volume Kedua
Gelaran micro gig triwulan, Homegrown YK telah memasuki edisi yang kedua dan telah digelar Jumat, (2/10) lalu di Rooftop Galeria Mall, Yogyakarta. Ada banyak hal yang berbeda di Homegrown YK edisi ini dibanding edisi perdananya 4 bulan lalu. Selain menggunakan venue di atap sebuah mal dan hal ini masih cukup asing untuk menggelar sebuah pertunjukan musik di Yogyakarta. Pada Homegrown YK kali ini tidak menggunakan tema seperti halnya edisi perdana yang mengangkat tema “Tribute to Joy Division”. Meskipun tidak memberikan tema acara, pada Homegrown YK edisi kedua ini mengangkat dan memperkenalkan sebuah isu. Dengan mendatangkan dua band tamu dari kota Bandung, yaitu Polyester Embassy dan Diocreatura disandingkan bersama band asal Yogyakarta yaitu Nervous, KAVVAH dan juga DJ Satio yang menggantikan DJ Ones.

Didukung penuh oleh VAST, sebuah brand streetwear asal Yogyakarta yang memadukan unsur unsur vision, attitude, sound, dan theory, Homegrown YK edisi kali ini berlangsung meriah. Sekitar 300 penonton telah memadati rooftop Galeria Mall, Yogyakarta sejak pukul 7 malam. Penonton yang datang pun penampilannya sedikit berbeda dibanding dengan gig yang biasa digelar di kota ini, karena rata-rata tampil dengan style mereka masing-masing yang masih memperhatikan nilai-nilai fashion.

Gelaran dibuka dengan penampilan band pendatang baru asal Yogyakarta, KAVVAH. Meskipun sang vokalis sedang mengalami gangguan tenggorokan, KAVVAH dapat tampil cukup baik pada malam hari itu. Selanjutnya band pendatang baru asal kota Bandung, Diocreatura yang digawangi oleh Ekki Darmawan yang juga anggota dari Polyester Embassy maupun Rock n Roll Mafia ini cukup mencuri perhatian para penonton. Meskipun ini adalah penampilan perdana mereka di Yogyakarta, Diocreatura tampil dengan baik dan memuaskan para penonton yang memadatai rooftop Galeria Mall. NERVOUS, band indie rock asal Yogyakarta yang telah lama vakum tentu menjadi perhatian khusus para penonton yang datang, meskipun menggunakan additional guitarist, NERVOUS tidak nampak kaku tampil meskipun ini adalah kali perdana penampilan mereka setelah vakum kurang lebih selama empat tahun lamanya. Band yang ditunggu-tunggu akhirnya tampil yaitu Polyester Embassy. Band asal Bandung yang satu ini terlihat memuaskan para penonton yang memadati venue, terliat dengan sangat antusias para penonton langsung berdesakan hingga memenuhi bibir panggung. DJ Satio yang memutarkan musik sidestream era 80-90an tentu menjadi hiburan lain yang menjadi penutup Homegrown YK edisi kedua kali ini.

Selain menyajikan pertunjukan musik di atas atap gedung dengan dihiasi oleh city lights line, Homegrown YK kali ini juga menyajikan beberapa booth di venue, seperti booth dari Canting Restaurant, Booth dari VAST, booth dari KANS, booth Jogja Records Store dan juga booth dari Monsterstress Records. Banyak juga ditemui wajah-wajah baru yang datang ke acara ini, selain itu terlihat para penonton saling berinteraksi satu dengan yang lain, tidak hanyak terfokus pada pertunjukan musik dan pulang begitu saja setelah menonton apa yang ingin mereka tonton. Penononton tetap bertahan di venue, ada yang menonton pertunjukan musik, ada yang bersosialisasi satu dengan yang lain dan ada yang memanfaatkan photo booth untuk berfoto dengan teman-teman dekat mereka dan diposting di media sosial. (Komang Adhyatma)

Foto: Bimo Dwi Putranto
Contact Person Media
Idham Hadiwisastra
P: +62889 0172 5966
http://twitter.com/HomegrownYK
http://facebook.com/HomegrownYKmusic
Comments (0)