Pertemukan Grunge dan Post Punk, Lazim Lepas Debut Single "Sadar"
Kolektif musik pendatang baru, Lazim merilis single perdana. Lagu tersebut diberi judul "Sadar", tentang rasa sesal yang hadir di proses pencarian makna hidup. Single ini jadi sarana mereka memperkenalkan diri.
Mari berkenalan dengan Lazim, sebuah kuartet musik yang terbentuk berkat pertemuan Fauzan Adzima (vokal), Ron Jazila (gitar), Danang Naufal (bas) dan Elang Ramadhoni (drum) di bangku sekolah. Dari banyaknya waktu yang mereka habiskan bersama, tercetuslah ide untuk membuat sebuah kolektif musik dengan rock sebagai dasarnya. Dibentuk lah Lazim, sebuah kata sinonim dari "normal" yang mereka implementasikan sebagai ruh dan semangat mereka sebagai manusia normal. Grunge dan post-punk serta pengaruh dari Iwan Fals, Joy Division, Red Hot Chili Peppers, Nirvana, Fugazi, Husker Du hingga Idles jadi inspirasi Lazim dalam proses cipta karya.

Sebagai sarana perkenalan, dirilis lah lagu perdana mereka yang diberi tajuk "Sadar". Ini adalah lagu di mana mereka merayakan rasa sesal yang hadir dalam proses pencarian makna hidup. Lagu berbahasa Indonesia ini dibalut bas yang kental seperti kebanyakan band post punk, gitar dengan sedikit nuansa shoegaze, hentakan drum yang cukup dinamis dengan pola vokal yang kerap ditemui di band-band pengusung musik grunge. "Sadar" ditulis oleh Fauzan setelah Danang menemukan bass line dan dilanjutkan dengan ritme drum yang ditemukan Elang secara tidak sengaja di tengah proses jamming.
"Sadar" direkam di Sepuluh Studio, Cinere. Untuk proses mixing & mastering dipercayakan pada Erdho (The Box Recording). Sedangkan artwork diambil dan disunting sendiri oleh Lazim, dengan alasan mereka ingin bisa menyampaikan visual yang selaras dengan makna yang terkandung di lagu tersebut. Lagu ini sudah bisa dinikmati di berbagai layanan musik streaming, seperti Spotify dan YouTube Music.
Comments (0)