Planetbumi Rilis Ulang “The Worst of” Dalam Format Digital
Sumber foto : Diambil dari rilisan pers Planetbumi
Planetbumi sempat merilis ‘The Worst of’ sebagai buah karya terakhir yang dirilis sewindu yang lalu - kini via Tarsius Records album tersebut dirilis ulang secara digital agar bisa didengar oleh siapapun.
Tak banyak grup musik britpop atau indie pop local kelas 90-an, yang bisa membuat lagu sendiri dan merampungkan album. Pada masa-masa kejayaannya, kebanyakan band indies (sebutan untuk jenis musik Indie pop, britipop atau alternative pop) tenggelam dalam euphoria keasyikan meng-cover lagu-lagu band idolanya masing-masing.
Terlalu banyak nama jika harus menyebutkannya satu per satu, baik yang hanya melahirkan satu single saja, ep, atau yang beruntung merampungkan album penuh dan khusus wilayah Jakarta dapat dihitung jari saja, misal yang sekaliber Rumahsakit, Naif, Clubeighties (beberapa personilnya pernah tergabung dalam Young Offender dan band-band cover macam Parklife lalu Chapter 69) Pestolaer, Wondergel dan Planetbumi adalah beberapa band-band yang bagus dalam kaidah menulis lirik lagu-nya dan tak payah jika dilihat dari aspek lainnya.
Misalnya selera berpakaian diatas rata-rata, bersolek dari ujung jari hingga kepala. Sampai bagian terpenting, perjuangan dan musik mereka yang dinamis sekaligus harmonis terilhami dari musik british invasion, menyisipkan punk dengan balutan nada berbeda namun gaung yang sama, semangat independen. Berkilauan dan gelap di saat bersamaan. Jangan lupakan juga kredo Do It Yourself yang dipegang teguh embrio awal atau OG (Baca :Old Generation) ini, diestafetkan begitu lestari hingga generasi sekarang, khususnya di skena arus pinggir Indonesia.
Nama terakhir dari deretan panjang pejuang skena indie cabang ibukota - Planetbumi sempat merilis ‘The Worst of’ sebagai buah karya terakhir yang dirilis sewindu yang lalu - kini via Tarsius Records album tersebut dirilis ulang secara digital agar bisa didengar oleh siapapun.
Alasannya, tentu karena album ini terlalu bagus untuk dilupakan dan hilang begitu saja ditelan zaman. Selain pengarsipan rekaman fisik yang nantinya akan menjadi artefak penting suatu hari nanti, manusia-manusia modern dirasa perlu dibuatkan jejak-jejak digital untuk memudahkan akses, tidak lupa akar musiknya dan mengalihkan mereka dari mendengarkan .F**st, tema-tema senja/kopi yang menjemukan dan b®and musik sejenis yang tidak kalah konyolnya.
Planetbumi mungkin tak meraih popularitas legenda seperti Rumahsakit, tetapi jika mendengarkan semua album mereka, berhentilah berasumsi Planetbumi musiknya pasti terpengaruh The Smiths atau Morrissey (mereka suka cover kedua band tsb), karena pendengar tak akan mendapatkan hal itu (bahkan di album pertama mereka sekalipun). Mereka “anak muda” yang kini telah paruh baya, menyukai aneka band Britpop, dengan keahlian menulis lagu yang tidak buruk dan tidak kalah dari Baskara.
Comments (0)