Sebuah Gebrakan, Baru Saja Dilakukan Oleh Grausig
Sumber foto : press rilis Grausig
Demi mengatasnamakan ‘Dogma Dunia Baru’ sebagai album barunya. Kelompok death metal veteran asal ibukota itu memilih dua studio musik untuk proses penggarapannya.
Tepatnya di Indonesia pada tahun 90-an, banyak grup musik yang berada dijalur bawah tanah bermunculan. Dari segelintir kelompok musik yang masih bertahan sampai detik ini, Grausig adalah salah satunya yang turut membawa harum nama ibukota kota sebagai kota kelahiran musik detah metalnya. Setelah lewat dari satu dekade, band yang acap kali gonta-ganti personil itu akhirnya menyebutkan bahwa Dogma Dunia Baru segera keluar pada Mei 2018 mendatang.
Tajuk itulah yang dipilih oleh Grausig untuk menamai album baru, yang nantinya berjejer dalam satu diskografi mereka. Selain itu, berbagai upaya dikukuhkan oleh para personilnya untuk mendapatkan hasil yang terbaik, dan salah satunya adalah menggandeng dua studio musik dalam proses penggarapannya. Dua studio itu adalah K Studio dan Apache Studio yang siap merampungkan 8 (delapan) materi beringas Grausig. Dan saat ini, juga disebutkan proses mastering dilakukan di negara Amerika Serikat, tepatnya studio musik yang telah mengorbitkan sesepuh Grausig : Sodom, Toxic Holocaust, Magrudergrind, Iron Reagan, dan lain sebagainya. Yang mungkin bisa diyakini bahwa ini akan menjadi sebuah karya musik bawah tanah yang menggebu nantinya.
Selain mengunggulkan dari segi materi, untuk masalah grafis pun diperhatikan oleh Grausig. Contohnya adalah penggunaan dua logo, satu logo lama dan satunya yang baru akan hadir di Dogma Dunia Baru. Penggunaan logo lama, menurut Grausig yang tertulis dalam siaran persnya, adalah sebuah bentuk gambaran identitas dari musik yang mereka mainkan serta layak untuk dikombinasikan dengan musik di album barunya ini nanti.
Saat ini, formasi Grausig terdiri dari 5 (lima) pilar yang diantaranya Isma Bolonk (Vokal), Mame Rusak (gitar/vokal latar), Septian (gitar), Ewin Naiborhu (bass/vokal latar), dan Denny (Drum) yang siap kembali menghatam permusikan bawah tanah di Nusantara.
Comments (0)