Simak Brutalitas Extreme Decay di Album 'Downfall Of A God Complex'

Simak Brutalitas Extreme Decay di Album 'Downfall Of A God Complex'

Album Downfall Of A God Complex menggambarkan keruntuhan bagi orang-orang yang suka bertindak selayaknya tuhan. Tentang kalangan yang selalu merasa paling benar dan tak mau dibantah. Kolot dan bebal

Akhirnya album penuh keempat dari unit grindcore asal kota Malang, Extreme Decay beredar resmi di pasaran luas mulai tanggal 29 April 2022. Album bertajuk Downfall Of A God Complex tersebut beramunisikan 22 lagu yang sarat akan agresi, misantrofi, dan brutalitas yang dipacu non-stop dalam bingkai akhir dunia.

Album ini diproduksi dalam format CD oleh Selfmadegod Records, label rekaman asal Polandia yang juga menaungi rilisan band grindcore klasik macam Antigama, Nasum, Unholy Grave, hingga Agathocles. Sedangkan versi kasetnya dirilis oleh Grieve Records, label rekaman berbasis di Jakarta yang juga menjadi rumah bagi Kelelawar Malam, Masakre, sampai Marax. Sementara untuk format piringan hitam album Downfall Of A God Complex akan dirilis kemudian pada tahun ini juga, melalui kerjasama antara sepuluh label rekaman underground yang tersebar di Eropa dan Amerika Selatan.

Semua musik dan lirik pada album Downfall Of A God Complex ditulis bareng oleh para personel Extreme Decay. Materi musiknya direkam di Natural Studio (Surabaya) selama tiga hari penuh pada tanggal 15-17 Oktober 2021 bersama Irwan selaku operator. Sementara proses mixing dan mastering dikerjakan oleh Yobbi Ananta di Grim Studio (Jakarta). Sampul album Downfall Of A God Complex memuat artwork garapan Rio Krisma dari Penahitam yang dilukis di atas kanvas. Foto-foto di album ini dikerjakan oleh Inspired27 team, dan tata letaknya digarap oleh katarsisme.

Menurut pengakuan Extreme Decay, mereka mengambil tajuk Downfall Of A God Complex untuk menggambarkan keruntuhan bagi orang-orang yang suka bertindak selayaknya tuhan. Tentang kalangan yang selalu merasa paling benar dan tak mau dibantah. Kolot dan bebal. Semua lirik di album ini sangat lugas mengkritisi perilaku tersebut sekaligus mendesain suasana distopia dan akhir dunia. Tema utama tersebut bisa dikaitkan dengan isu kehancuran sosial, politik, reliji, ekonomi, budaya populer, hingga ekologi yang terjadi di belahan dunia.

Menurut Grieve Records Downfall Of A God Complex adalah album yang sarat akan ekstrimitas dan misantrofik. Extreme Decay memainkan versi modern dari irama klasik grind/crust ’90-an, dengan pengaruh yang luas dari S.O.B, Disrupt, Despise You, hingga Napalm Death. Semua lagu di album ini dipacu secara non-stop, layaknya kekuatan meteorik dari agresi dan brutalitas ala grindcore yang bahkan melampaui karya-karya mereka sebelumnya. Setelah lebih dari dua dekade, Extreme Decay dibilang tidak menunjukkan tanda-tanda untuk melunak. Mereka telah kembali dan siap melanjutkan terornya melalui Downfall Of A God Complex.

Sebagai salah satu langkah promosi album Downfall Of A God Complex, sebelumnya Extreme Decay melepas single perdana “Year of The Grind” dalam format video musik. Single kedua “Installing Apocalypse, 99% Complete” juga baru saja dirilis melalui kanal YouTube milik Selfmadegod Records. Band pengusung musik grindcore yang terbentuk di kota Malang 24 tahun yang lalu, sejak awal karirnya  mereka sudah langsung memproduksi berbagai karya rekaman dalam beragam format. Extreme Decay telah merilis beberapa album melalui berbagai label rekaman di berbagai negara, termasuk sejumlah proyek album split dan kompilasi internasional. Formasi Extreme Decay saat ini digawangi oleh Ravi (gitar/vokal), Ruli (gitar/vokal), Nizar (bass/vokal), dan Eko (drum).

Selepas merilis album Downfall Of A God Complex, Extreme Decay masih punya amunisi lain di tahun 2022. Di antaranya adalah proyek reissue salah satu album klasik mereka, Sampah Dunia Ketiga. Sepertinya saat ini adalah salah satu era paling sibuk dan produktif bagi Extreme Decay. Grind On!!!

BACA JUGA - MURKA Hidupkan Kembali Bara Api Rock Nusantara

View Comments (0)

Comments (0)

You must be logged in to comment.
Load More

spinner