Uncanny Merangkum Pemikiran Liar di Pagi Buta
Seperti inilah bayangan yang ada di otak para personil Uncanny ketika berada dalam satu waktu yang terlalu malam dan terlalu pagi.
Selepas merilis single di bulan Agustus lalu, unit noise rock / indie rock multidomisili yaitu Uncanny kembali melepaskan single terbarunya yang berjudul “Three Past Thirty”. Mereka merilis single ini dalam format digital, dengan komposisi musik yang lebih agresif dibandingkan sebelumnya.
Pada single anyar tersebut, Uncanny ingin mengutarakan perihal pikiran-pikiran orang di pagi buta. Selain aneh, ada keunikan yang diutarakan oleh Uncanny lewat siaran pers yang dituliskan oleh mereka. Diwakili oleh Suryo, mereka menyebutkan ada dua kelakuan yang dilakukan saat pagi buta. "Liriknya tentang pikiran-pikiran orang pas pagi buta, yang kadang cenderung nakal atau ‘what if’. Banyak berandai-andai jadi orang lain dan kadang sampai kaya bikin temen khayalan," jelasnya.
BACA JUGA - Rock Super Agresif Baru dari Unit Multi Domisili, Uncanny
Di awal lagu, pendengar diberi hantaman gitar yang padat, selaras dengan tempo ketukan musik beatdown. Lalu, pada bagian-bagian tertentu Uncanny mengeluarkan tembakan suara perih selayaknya noise rock pada umumnya. Masuk vokal, temponya perlahan berubah, yang tadinya sedikit lamban mulai mengencang. Jujur saja, sulit untuk membandingkan single “Three Past Thirty” dari Uncanny ini dengan beberapa grup musik lain. Walau demikian, single ini layak untuk dijadikan referensi musik untuk membuat sesuatu yang berbeda dari grup musik lainnya.
Single terbaru dari band yang beranggota Muhammad Suryokusumo (gitar & vokal), Athif Aiman (drum) dan Indra Suhyar (bass) dirilis dalam bentuk video lirik yang cukup sederhana, Uncanny hanya memanfaat angka digital sebagai visual untuk singlenya.
Foto diambil dari Official Facebook Fanpage Uncanny
Comments (0)