"Where Would It Be?", Ketika Sebuah Kisah Diceritakan Lewat Musik dan Gambar
Unit rock asal Yogyakarta, The Ring rilis single berjudul "Where Would It Be?". Dalam single ini, ia berkolaborasi dengan seorang artworker yaitu Wenski dan keduanya bercerita kisah yang sama dalam media yang berbeda.
Pada 12 Oktober 2019 lalu, kawan-kawan di kota Yogyakarta banyak tersita perhatiannya untuk gelaran Cassette Store Day. Di waktu yang sama, ada pula hal lain yang patut untuk diperhatikan, datang dari unit rock bernama The Ring yang merilis lagu bertepatan di hari penyelenggaraan Cassette Store Day. Hari itu, mereka merilis lagu terbaru berjudul "Where Would It Be?".

Artwork lagu milik The Ring berjudul "Where Would It Be?" digarap oleh Ignatius Yosef Wendy a.k.a Wenski
Band yang digawangi oleh Miko (drum), Jackie (vokal) dan Lelek (gitar) ini berkolaborasi dengan Ignatius Yosef Wendy atau yang lebih akrab disapa Wenski untuk menggarap artwork "Where Would It Be?". Single ini bercerita tentang proses pencarian jati diri setiap individu, keresahan akan pertanyaan tentang bagaimana masa depan yang sebenarnya dan akan ke mana kita setelahnya. Tema ini diangkat dalam bentuk musik The Ring yang mencampurkan heavy rock dengan musik Melayu, juga melalui guratan dari sang artworker.
"Hiruk pikuk semesta itu sebenarnya sementara sih, pasti ada akhir dalam sebuah penciptaan, kehidupan juga dinamis dan berputar. Jadi jangan takut, berani seperti api. Jangan selalu merasa kecewa dan gusar dengan apa yang sudah kita lakukan. Tetaplah setia pada yang Kuasa, selalu menerima apapun keadaan karena Dia-lah yang maha tahu segalanya," papar Wenski saat proses penggarapan artwork, dikutip dari siaran pers.
"Where Would It Be?" bisa disimak lewat kanal musik digital, seperti Bandcamp dan YouTube. Kabarnya, The Ring kini tengah mempersiapkan materi untuk album pertama mereka. Rencananya, album ini akan mereka rilis dalam waktu dekat.
Comments (0)